RADARTASIK.ID – Pergerakan sektor transportasi Indonesia pada April 2026 menunjukkan dinamika yang menarik.
Di tengah penurunan tajam jumlah penumpang pesawat domestik, moda transportasi kereta api justru mencatat pertumbuhan yang stabil.
Sementara itu, angkutan laut dan penyeberangan menghadapi tekanan dari sisi jumlah penumpang meski tetap menunjukkan kinerja positif pada pengangkutan barang.
Baca Juga:GTS Internasional Tbk Catat Rugi Bersih US$0,9 Juta di Kuartal Pertama 2026, Margin Kotor Jadi SorotanInvestor Siap-siap! MAIN Bagikan Dividen Rp 116 Miliar, Cum Dividen 5 Juni 2026
Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa, 2 Juni 2026, memperlihatkan adanya pergeseran pola mobilitas masyarakat yang patut menjadi perhatian, terutama menjelang pertengahan tahun 2026.
Penumpang Pesawat Domestik Turun Tajam
Transportasi udara mengalami koreksi signifikan pada April 2026.
Jumlah penumpang penerbangan domestik tercatat sebanyak 4,6 juta orang atau turun 18,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Berbeda dengan penerbangan domestik, jumlah penumpang internasional justru masih mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,93 persen menjadi 1,6 juta orang.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan perjalanan lintas negara relatif tetap terjaga meskipun mobilitas dalam negeri mengalami perlambatan.
Di sisi logistik udara, volume barang domestik yang diangkut juga mengalami penurunan sebesar 5,85 persen menjadi 49,9 ribu ton.
Meski demikian, jika dilihat secara kumulatif selama Januari hingga April 2026, sektor penerbangan masih menunjukkan stabilitas.
Baca Juga:Presiden Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Jadi PenggantiMSTI Bagikan Dividen Final Rp 106 Per Saham, Yield Sentuh 7,7 Persen Ditopang Aksi Saham Terbaru
Jumlah penumpang domestik mencapai 19,2 juta orang atau naik 0,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penumpang internasional mencapai 6,4 juta orang atau meningkat 0,89 persen.
Namun, pengangkutan barang udara masih tertekan dengan penurunan 11,14 persen menjadi 203,5 ribu ton.
Angkutan Laut Kehilangan Penumpang, Barang Tetap Bertumbuh
Kondisi serupa juga terjadi pada transportasi laut.
Jumlah penumpang angkutan laut domestik pada April 2026 tercatat sebanyak 2,9 juta orang atau turun 6,17 persen.
Meski jumlah penumpang berkurang, aktivitas logistik laut justru meningkat.
Volume barang yang diangkut mencapai 45,1 juta ton atau naik 4,31 persen.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa sektor maritim masih menjadi tulang punggung distribusi barang nasional.
Secara kumulatif selama empat bulan pertama 2026, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 10,4 juta orang, relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,03 persen.
Sementara itu, volume barang meningkat 4,35 persen menjadi 165 juta ton.
Kereta Api Menjadi Moda dengan Pertumbuhan Paling Konsisten
Di tengah perlambatan beberapa moda transportasi lainnya, kereta api menjadi salah satu sektor yang menunjukkan performa paling positif.
