Transportasi Indonesia April 2026: Penumpang Pesawat Domestik Anjlok, Kereta Api Justru Terus Melaju

Transportasi Indonesia
Data transportasi Indonesia April 2026 yang dirilis BPS pada 2 Juni 2026 memperlihatkan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Pada April 2026, jumlah penumpang kereta api mencapai 48,3 juta orang atau naik 0,30 persen.

Pengangkutan barang juga meningkat 5,96 persen menjadi 6,2 juta ton.

Pertumbuhan tersebut semakin terlihat pada akumulasi Januari hingga April 2026.

Jumlah penumpang kereta api mencapai 187,8 juta orang atau melonjak 9,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan semakin kuatnya posisi kereta api sebagai pilihan transportasi masyarakat, terutama untuk perjalanan antarkota maupun komuter di kawasan perkotaan.

Baca Juga:GTS Internasional Tbk Catat Rugi Bersih US$0,9 Juta di Kuartal Pertama 2026, Margin Kotor Jadi SorotanInvestor Siap-siap! MAIN Bagikan Dividen Rp 116 Miliar, Cum Dividen 5 Juni 2026

Namun demikian, volume barang yang diangkut kereta api selama periode tersebut mengalami penurunan 5 persen menjadi 21,8 juta ton.

Penyeberangan Alami Penurunan Terdalam

Moda transportasi sungai, danau, dan penyeberangan mencatat penurunan paling tajam pada April 2026.

Jumlah penumpang turun 33,54 persen menjadi 4,7 juta orang.

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan moda transportasi lainnya pada periode yang sama.

Meski begitu, secara kumulatif Januari hingga April 2026, jumlah penumpang masih tumbuh 7,11 persen menjadi 19,5 juta orang.

Hal ini menunjukkan bahwa penurunan pada April kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor musiman atau berakhirnya periode mobilitas tinggi yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Pergeseran Mobilitas Mulai Terlihat

Data transportasi Indonesia April 2026 memperlihatkan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi.

Kereta api menjadi moda yang paling konsisten mencatat pertumbuhan penumpang, sementara penerbangan domestik dan angkutan penyeberangan mengalami penurunan cukup signifikan.

Baca Juga:Presiden Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Jadi PenggantiMSTI Bagikan Dividen Final Rp 106 Per Saham, Yield Sentuh 7,7 Persen Ditopang Aksi Saham Terbaru

Di sisi lain, aktivitas distribusi barang melalui jalur laut tetap menunjukkan tren positif, menegaskan pentingnya sektor maritim dalam mendukung rantai pasok nasional.

Ke depan, perkembangan ini akan menjadi indikator penting bagi pelaku industri transportasi dan pemerintah dalam merancang strategi pengembangan infrastruktur serta layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. (*)

0 Komentar