RADARTASIK.ID – Malindo Feedmill Tbk (MAIN) kembali menjadi sorotan investor setelah mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2025.
Menurut catatan Stockbit, perusahaan menetapkan total dividen sekitar Rp 116 miliar atau setara Rp 52 per saham, mencerminkan dividend payout ratio sekitar 29 persen, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 30 persen.
Berdasarkan harga penutupan saham per Selasa, 2 Juni 2026 di level Rp 810, jumlah dividen ini menghasilkan dividend yield menarik sekitar 6,4 persen, sebuah nilai yang dinilai cukup menarik bagi investor dengan strategi pendapatan dividen (income investing).
Baca Juga:PSAB Catat Laba Bersih Fantastis US$265,9 Juta, Lonjakan 25x Lipat QoQSo Ji Sub Tunjukkan Sisi Hangatnya sebagai Ayah di Drama Aksi Agent Kim Reactivated
Jadwal cum dividen akan dilaksanakan pada 5 Juni 2026 di pasar reguler dan negosiasi, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
Investor yang ingin menikmati dividen perlu memastikan kepemilikan saham sebelum tanggal cum dividen tersebut.
Secara historis, Malindo Feedmill mempertahankan kebijakan dividen yang konsisten, meski terjadi fluktuasi kecil pada rasio payout.
Langkah ini dinilai mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sambil tetap menjaga likuiditas internal untuk operasional dan ekspansi bisnis.
Bagi investor, pengumuman ini menghadirkan kesempatan untuk memperoleh imbal hasil tambahan melalui dividen, di samping potensi keuntungan dari pergerakan harga saham di pasar.
Dengan dividend yield di atas 6 persen, saham MAIN dapat menjadi pilihan menarik bagi portofolio yang menekankan pendapatan reguler.
Melihat tren dividen dan harga saham saat ini, analis menilai perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara distribusi laba kepada pemegang saham dan investasi kembali dalam bisnis, strategi yang umum diterapkan oleh perusahaan di sektor makanan dan pakan ternak. (*)
