GTS Internasional Tbk Catat Rugi Bersih US$0,9 Juta di Kuartal Pertama 2026, Margin Kotor Jadi Sorotan

GTS Internasional Tbk
GTS Internasional Tbk (GTSI) membukukan rugi bersih sebesar US$0,9 juta pada kuartal pertama 2026 (1Q26). (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – GTS Internasional Tbk (GTSI) mengalami perubahan kinerja yang signifikan pada kuartal pertama 2026 (1Q26), dengan membukukan rugi bersih sebesar US$0,9 juta.

Menurut catatan Stockbit, angka tersebut menjadi pembalikan dari pencapaian laba bersih US$1,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya (1Q25), meski lebih baik dibandingkan kerugian US$2,9 juta yang tercatat pada kuartal sebelumnya (4Q25).

Perusahaan mengungkapkan bahwa penyebab utama rugi bersih 1Q26 adalah rendahnya margin laba kotor, yang hanya berada di level 8 persen.

Baca Juga:Presiden Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Jadi PenggantiMSTI Bagikan Dividen Final Rp 106 Per Saham, Yield Sentuh 7,7 Persen Ditopang Aksi Saham Terbaru

Kondisi ini jauh menurun dibandingkan margin 37 persen pada 1Q25 dan membaik dari -35 persen pada 4Q25, namun tetap tidak mampu menutupi beban usaha yang meningkat.

Selain itu, biaya keuangan GTSI juga ikut membengkak, naik 50 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan hampir dua kali lipat secara tahunan (+99 persen YoY).

Kenaikan biaya ini turut memperberat tekanan terhadap laba bersih.

Dari sisi perdagangan, harga saham GTSI tercatat mengalami penurunan signifikan sepanjang sesi perdagangan terbaru, Selasa, 2 Juni 2026, ditutup pada level 140 per saham, turun 11,39 persen atau 18 poin dari perdagangan sebelumnya.

Volume perdagangan tercatat 75,7 juta saham, sedikit di atas rata-rata volume harian 72,77 juta saham, menunjukkan aktivitas investor yang cukup tinggi.

Kinerja 1Q26 ini menjadi sinyal penting bagi pemegang saham dan pasar, khususnya terkait pengelolaan margin dan efisiensi biaya.

Sementara rugi bersih GTSI masih lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, tantangan utama tetap terletak pada kemampuan perusahaan mempertahankan margin laba kotor yang sehat di tengah tekanan biaya operasional dan finansial.

Melihat ke depan, pemulihan kinerja GTSI akan sangat bergantung pada strategi penguatan margin, efisiensi beban, serta pengelolaan biaya keuangan yang lebih ketat.

Baca Juga:PSAB Catat Laba Bersih Fantastis US$265,9 Juta, Lonjakan 25x Lipat QoQSo Ji Sub Tunjukkan Sisi Hangatnya sebagai Ayah di Drama Aksi Agent Kim Reactivated

Investor dan pelaku pasar diharapkan terus memantau laporan keuangan selanjutnya, karena pergerakan margin dan laba akan menjadi indikator penting dalam menilai stabilitas dan prospek saham GTSI. (*)

0 Komentar