Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai kolaborasi kampus dan industri menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi perubahan ekonomi digital.
“Usia ke-46 mencerminkan kematangan Jurusan Manajemen Unsil dalam mencetak talenta unggul. Melalui Creativepreneur Academy, kami berkomitmen mendampingi langkah Unsil membentuk generasi yang kreatif, tangguh, dan cerdas secara finansial,” tuturnya.
Menurut dia, dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi, memahami peluang ekonomi digital, sekaligus memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Baca Juga:Lowongan Kerja Palsu di Tasikmalaya Diduga Jadi Modus Prostitusi, Pencari Kerja Nyaris TerjebakResidivis Baru Bebas Gasak 12 Motor di Tasikmalaya, Dijual Lewat Facebook COD
Salah satu sesi yang paling diminati peserta adalah pelatihan fotografi digital bertajuk Estetika Digital dan Optimalisasi Artificial Intelligence (AI).
Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari teknik fotografi, komposisi visual, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses penyuntingan gambar.
Tidak hanya belajar di dalam kelas, peserta juga mengikuti sesi hunting photo untuk mengaplikasikan materi secara langsung.
Kegiatan itu memberikan gambaran bagaimana kreativitas visual dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Setelah memahami aspek kreativitas digital, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.
Materi tersebut disampaikan oleh Yudi Herdiana dan Mesty, yang mengulas pentingnya perencanaan keuangan sejak usia muda.
Peserta dikenalkan pada pengelolaan pendapatan, pengendalian pengeluaran, penyusunan anggaran, hingga strategi menjaga kesehatan finansial dalam jangka panjang.
Baca Juga:Peredaran Miras di Kota Tasikmalaya Masih Mengkhawatirkan, 177 Botol Disita dalam SemalamHari Pertama Kembali Jadi Wali Kota Tasikmalaya Usai Cuti Haji, Viman Temui Ulama Sepuh
Kepala Kantor Perwakilan Tasikmalaya PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Tine Badriatin, menegaskan investasi harus dipahami sebagai bagian dari perencanaan keuangan, bukan sekadar mengikuti tren.
“Anak muda memiliki akses informasi yang luas. Namun investasi tidak boleh dilakukan hanya karena ikut-ikutan. Investasi harus didasarkan pada pengetahuan, perencanaan, dan pemahaman risiko yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan literasi investasi akan membantu generasi muda mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak sekaligus mengenal instrumen investasi yang legal dan sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi dan alumni yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Jurusan Manajemen Unsil, di antaranya Guru Besar Kartawan, Deden Mulyana, serta perwakilan Ikatan Alumni Manajemen Universitas Siliwangi (IAM Unsil), Alik Nurdin.
