RADARTASIK.ID – Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam perdagangan luar negerinya pada April 2026.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Selasa, 2 Juni 2026, menunjukkan ekspor mencapai US$25,30 miliar, sementara impor menembus US$25,21 miliar, mencerminkan aktivitas perdagangan yang semakin dinamis.
Ekspor Nonmigas Tumbuh Pesat
Secara kumulatif Januari–April 2026, nilai ekspor Indonesia menyentuh US$92,15 miliar, naik 5,48 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Baca Juga:GTS Internasional Tbk Catat Rugi Bersih US$0,9 Juta di Kuartal Pertama 2026, Margin Kotor Jadi SorotanInvestor Siap-siap! MAIN Bagikan Dividen Rp 116 Miliar, Cum Dividen 5 Juni 2026
Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang mencapai US$87,74 miliar atau naik 6,28 persen.
Khusus April 2026, ekspor nonmigas melonjak 23,36 persen menjadi US$24,15 miliar dibanding April 2025.
Komoditas yang menunjukkan kenaikan paling tajam adalah lemak dan minyak hewani/nabati dengan nilai US$1,87 miliar, sementara bahan bakar mineral mengalami penurunan paling besar sebesar US$0,37 miliar.
Dari sisi pasar, Tiongkok tetap menjadi tujuan utama ekspor nonmigas dengan US$22,76 miliar, diikuti Amerika Serikat US$10,17 miliar dan India US$6,14 miliar.
Ketiga negara ini menyumbang hampir setengah dari total ekspor nonmigas Indonesia, tepatnya 44,52 persen.
Berdasarkan sektor, industri pengolahan menjadi tulang punggung pertumbuhan, naik 9,78 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan mengalami penurunan masing-masing 26,27 persen dan 8,44 persen.
Baca Juga:Presiden Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Jadi PenggantiMSTI Bagikan Dividen Final Rp 106 Per Saham, Yield Sentuh 7,7 Persen Ditopang Aksi Saham Terbaru
Dari sisi provinsi, Jawa Barat menjadi kontributor terbesar dengan nilai ekspor US$12,58 miliar, diikuti Sulawesi Tengah US$8,36 miliar dan Kepulauan Riau US$8,06 miliar.
Impor Juga Menguat, Kebutuhan Mesin dan Bahan Baku Meningkat
Nilai impor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$86,51 miliar, meningkat 13,40 persen dari tahun sebelumnya.
Impor nonmigas juga tumbuh 12,70 persen menjadi US$73,58 miliar.
April 2026 sendiri menunjukkan lonjakan 22,49 persen menjadi US$25,21 miliar, dengan impor nonmigas mencapai US$20,62 miliar, naik 14,11 persen dibanding April 2025.
Golongan barang yang menyumbang peningkatan terbesar adalah mesin dan peralatan mekanis senilai US$1,93 miliar, sedangkan logam mulia, perhiasan, dan permata mengalami penurunan terbesar US$0,28 miliar.
Tiongkok tetap menjadi pemasok utama dengan US$30,79 miliar, disusul Jepang dan Australia masing-masing US$4,15 miliar.
Peningkatan impor terjadi di seluruh golongan penggunaan barang, dengan bahan baku/penolong naik US$6,46 miliar, barang modal naik US$2,74 miliar, dan barang konsumsi naik US$1,03 miliar.
