SMK Al-Khoeriyah Petakan Karier Siswa Sejak Dini

smk al khoeriyah
Siswa SMK Al-Khoeriyah saat mengikuti kegiatan pemetaan karier di awal tahun ajaran baru, Selasa (4/8/2026). (istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.

Menyadari tantangan tersebut, SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya mulai memetakan arah karier peserta didiknya sejak dini melalui program Wirausaha, Bekerja, dan Melanjutkan (WBM) yang diperkenalkan kepada seluruh siswa kelas XI dan XII pada awal tahun ajaran 2026/2027.

Program ini menjadi upaya sekolah untuk memastikan setiap siswa memiliki arah masa depan yang jelas sesuai dengan potensi, minat, dan kompetensi yang dimiliki.

Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?

Dengan demikian, pembinaan yang diberikan selama menempuh pendidikan di SMK dapat disesuaikan dengan tujuan masing-masing peserta didik, baik memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri.

Kepala SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya, Maman, SHI MH, mengatakan setiap siswa memiliki kemampuan dan cita-cita yang berbeda sehingga sekolah tidak bisa menerapkan pola pembinaan yang sama kepada seluruh peserta didik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak didik kami memiliki roadmap masa depan yang jelas. Konsep wirausaha, bekerja, dan melanjutkan bukan sekadar pilihan, tetapi komitmen kami dalam mencetak lulusan yang kompeten, tangguh, dan siap beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Untuk menentukan jalur yang paling sesuai, sekolah melakukan pemetaan melalui sejumlah tahapan. Proses tersebut diawali dengan pengisian kuesioner peminatan, kemudian dilanjutkan dengan psikotes dan asesmen diagnostik guna melihat potensi serta kecenderungan karier siswa.

Hasilnya dipadukan dengan pengamatan guru Bimbingan Konseling (BK), guru produktif, serta masukan dari orang tua agar keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kemampuan dan dukungan yang dimiliki setiap peserta didik.

Maman menuturkan, hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan pembinaan yang berbeda pada setiap jalur. Siswa yang memilih jalur bekerja mendapatkan penguatan kompetensi kejuruan, sertifikasi keahlian, simulasi rekrutmen, pelatihan penyusunan curriculum vitae (CV), teknik wawancara, hingga pendampingan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk memperluas peluang penempatan kerja.

Sementara itu, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan memperoleh pembinaan berupa bimbingan UTBK/SNBT, latihan soal, konsultasi pemilihan program studi, pendampingan beasiswa, serta kunjungan ke perguruan tinggi.

0 Komentar