SMK Al-Khoeriyah Petakan Karier Siswa Sejak Dini

smk al khoeriyah
Siswa SMK Al-Khoeriyah saat mengikuti kegiatan pemetaan karier di awal tahun ajaran baru, Selasa (4/8/2026). (istimewa)
0 Komentar

Adapun jalur wirausaha difokuskan pada pembentukan mental bisnis melalui penyusunan business plan, pelatihan digital marketing, pengelolaan keuangan, gelar produk, hingga pendampingan langsung dari pelaku UMKM dan alumni yang telah sukses membangun usaha.

“Setelah siswa memiliki tujuan yang jelas, pembinaan pun menjadi lebih fokus. Anak yang ingin bekerja tentu kebutuhannya berbeda dengan yang ingin kuliah ataupun membangun usaha. Karena itu, kami menyiapkan program yang berbeda pada setiap jalur,” kata Maman.

Pendekatan tersebut, lanjut dia, sejalan dengan hasil pelacakan alumni (tracer study) yang menunjukkan mayoritas lulusan SMK Al-Khoeriyah selama ini memilih langsung bekerja dan terserap di berbagai perusahaan mitra maupun dunia industri dalam beberapa bulan setelah lulus.

Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?

Sementara itu, lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menempati urutan berikutnya, sedangkan jalur wirausaha masih menjadi pilihan paling sedikit meski jumlahnya terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Menurut Maman, kondisi tersebut mencerminkan karakteristik SMK sebagai satuan pendidikan vokasi yang memang dipersiapkan untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

Meski demikian, sekolah tetap berupaya meningkatkan jumlah lulusan yang melanjutkan kuliah maupun memilih menjadi wirausahawan melalui pembinaan yang berkesinambungan.

Sebagai pembeda, SMK Al-Khoeriyah juga mengintegrasikan kurikulum nasional dengan Edu4, yakni program inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi digital siswa sekaligus menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri.

Program tersebut dipadukan dengan pendidikan karakter berbasis pesantren, mulai dari pembiasaan religius, penguatan akhlak, hingga program Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an.

Selain itu, sekolah menghadirkan simulasi rekrutmen yang dirancang menyerupai proses seleksi di dunia industri serta terus memperluas jejaring kemitraan untuk membuka peluang kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Target kami bukan sekadar menghasilkan lulusan yang cepat terserap, tetapi lulusan yang memiliki karakter, kompetensi, dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja maupun perkembangan teknologi. Itulah semangat yang kami bangun melalui program WBM,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar