RADARTASIK.ID – Krisis yang melanda AC Milan tidak hanya berdampak pada hasil di lapangan, tetapi juga mulai memengaruhi citra klub di mata para profesional sepak bola.
Jurnalis Sportitalia, Francesco Letizia, menilai keputusan-keputusan yang diambil Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic dalam beberapa pekan terakhir telah membuat banyak sosok penting enggan bergabung dengan Rossoneri.
Kritik tersebut muncul di tengah kekacauan yang sedang terjadi di Milan setelah perombakan besar-besaran yang dilakukan manajemen.
Baca Juga:Vieira: Gelar Liga Champions Buat Arsenal Arteta Lebih Besar dari Era WengerRavezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan
Dalam waktu singkat, klub memecat sejumlah figur penting, mulai dari pelatih Massimiliano Allegri, direktur teknik Geoffrey Moncada, direktur olahraga Igli Tare hingga CEO Giorgio Furlani.
Menurut Letizia, cara Milan menjalankan revolusi tersebut justru menimbulkan kesan negatif dan membuat proyek baru klub sulit dipercaya.
“Deretan kegagalan Ibrahimovic dan Cardinale sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang dari satu minggu mereka terus menerima penolakan dan menciptakan situasi yang tidak pantas untuk klub sebesar AC Milan,” ujar Letizia dalam kanal YouTube pribadinya.
Letizia menyoroti proses pencarian pelatih baru yang hingga kini masih belum membuahkan hasil.
Sejumlah nama sempat dikaitkan dengan Milan, termasuk Andoni Iraola yang tampil impresif bersama Bournemouth.
Namun menurutnya, Milan saat ini tidak lagi bisa mengandalkan sejarah dan nama besar klub semata untuk menarik pelatih atau direktur berkualitas.
“Ini tahun 2026. Orang-orang mencari informasi, memahami situasi, dan membandingkan berbagai proyek yang ada. Jika Anda mendatangi Iraola tanpa struktur yang jelas, tanpa proposal yang meyakinkan, mengapa dia harus menerima tawaran tersebut hanya karena Anda adalah Milan?” ucap Letizia.
Baca Juga:Xavi Tolak Tawaran Jadi Pelatih AC MilanAC Milan Terancam Kehilangan Francesco Camarda
Ia menilai para pelatih modern, terutama yang terbiasa bekerja di Premier League atau Bundesliga, tidak hanya melihat reputasi klub, tetapi juga stabilitas proyek yang ditawarkan.
“Milan datang tanpa direktur olahraga definitif, tanpa rencana yang jelas, tanpa anggaran transfer yang pasti, dan tanpa struktur organisasi yang lengkap. Dalam kondisi seperti itu, siapa yang bisa diyakinkan?” tambahnya.
Kritik Letizia semakin tajam ketika membahas keputusan Gerry Cardinale melakukan perombakan total dalam waktu yang sangat singkat.
