RADARTASIK.ID – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan kinerja yang masih tertekan sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatat penurunan laba bersih dan pendapatan yang cukup signifikan, sehingga realisasinya berada di bawah ekspektasi pasar.
Dilansir Stockbit, berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, laba bersih Sido Muncul tercatat sebesar Rp 334 miliar, turun 44 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut baru memenuhi sekitar 28 persen dari estimasi laba bersih konsensus sepanjang 2026, lebih rendah dibanding rata-rata realisasi tiga tahun terakhir yang biasanya mencapai sekitar 46 persen dari laba tahunan pada periode yang sama.
Sementara itu, pada kuartal II 2026, laba bersih Sido Muncul tercatat sebesar Rp 186 miliar, atau turun 49 persen YoY. Meski demikian, dibanding kuartal sebelumnya, laba bersih masih tumbuh sekitar 27 persen (quarter on quarter/QoQ).
Baca Juga:Laba Astra International Turun 19 Persen di Semester I 2026, Bagaimana Nasibnya di Paruh Kedua?MAPI Cetak Laba Bersih Rp 1,2 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Melampaui Ekspektasi
Di sisi pendapatan, Sido Muncul masih menghadapi tekanan. Pendapatan kuartal II 2026 turun 21 persen YoY, meski meningkat 29 persen dibanding kuartal I 2026.
Akibatnya, total pendapatan sepanjang semester pertama 2026 terkoreksi 20 persen YoY. Realisasi tersebut hanya setara sekitar 36 persen dari estimasi pendapatan konsensus untuk tahun penuh 2026, juga lebih rendah dibanding rata-rata pencapaian tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 46 persen.
Kinerja tersebut juga masih berada di bawah target manajemen yang sebelumnya memperkirakan pendapatan sepanjang 2026 dapat tumbuh datar atau flat dibanding tahun sebelumnya.
Analis Investment Analyst Stockbit, Amara Beatrice, menilai penurunan pendapatan secara tahunan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni proses destocking yang telah berlangsung sejak awal 2026 serta tingginya basis perbandingan pada segmen herbal medicine & supplements.
Dari sisi profitabilitas, margin laba usaha Sido Muncul juga mengalami penyusutan. Pada kuartal II 2026, margin laba usaha turun menjadi 26,3 persen, jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 43,2 persen.
Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya margin laba kotor menjadi 50,5 persen dari sebelumnya 60,5 persen, serta meningkatnya rasio beban penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) menjadi 24,2 persen dari 17,2 persen pada kuartal II 2025.
Menurut analisis Stockbit, kondisi permintaan riil terhadap produk Sido Muncul masih perlu dicermati. Hal ini karena angka pendapatan yang dilaporkan perusahaan merefleksikan sell-in, yaitu penjualan dari Sido Muncul kepada distributor, bukan penjualan langsung ke konsumen.
