RADARTASIK.ID – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan kinerja yang tertekan pada semester pertama 2026 akibat lonjakan rugi selisih kurs. Meski demikian, dari sisi operasional perseroan masih mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang dinilai sesuai ekspektasi pasar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari Stockbit, laba bersih Indofood tercatat sebesar Rp 1,8 triliun pada kuartal II 2026. Angka tersebut turun 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) dan melemah 40 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/QoQ).
Secara kumulatif, laba bersih Indofood sepanjang semester I 2026 mencapai Rp 4,7 triliun atau turun 19 persen dibandingkan semester pertama 2025.
Baca Juga:Laba Astra International Turun 19 Persen di Semester I 2026, Bagaimana Nasibnya di Paruh Kedua?MAPI Cetak Laba Bersih Rp 1,2 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Melampaui Ekspektasi
Penurunan laba bersih Indofood terutama dipicu oleh kerugian selisih kurs yang meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga berada di kisaran Rp 17.900 per dolar AS pada 30 Juni 2026.
Meski laba bersih tertekan, kinerja operasional Indofood masih menunjukkan ketahanan. Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 5,3 triliun pada kuartal II 2026 atau tumbuh 10 persen secara tahunan. Sementara itu, laba usaha semester I 2026 mencapai Rp 11,7 triliun, naik 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Edi Chandren, Lead Investment Analyst Stockbit, menilai capaian operasional tersebut masih sejalan dengan ekspektasi pasar.
Pendapatan Tumbuh, tetapi Beban Operasional Melonjak
Pendapatan Indofood meningkat 12 persen secara tahunan pada kuartal II 2026 dan naik 9 persen sepanjang semester pertama tahun ini. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang mencatat pertumbuhan pendapatan masing-masing 15 persen pada kuartal II dan 11 persen pada semester I 2026.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut sebagian besar tergerus oleh lonjakan beban operasional yang meningkat 29 persen pada kuartal II dan 17 persen pada semester pertama 2026.
Peningkatan biaya tersebut terutama berasal dari kenaikan biaya logistik serta belanja iklan dan promosi. Dampaknya, laba usaha segmen consumer branded products yang dikelola ICBP hanya mampu tumbuh 7 persen pada kuartal II dan 4 persen sepanjang semester I 2026.
Di sisi lain, segmen Bogasari menjadi penyumbang kinerja terbaik bagi Indofood. Laba usaha segmen ini meningkat 18 persen pada kuartal II dan melonjak 21 persen sepanjang semester pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan sekaligus perbaikan margin usaha.
