Rumah Nyaris Amburk, Warga Sukamukti Banjar Dihantu Rasa Waswas

Rumah nyaris ambruk
Tokoh masyarakat Desa Sukamukti, Yosep Firmansyah (tengah) bersama ketua RT dan Tata di rumahnya, Minggu 2 Agustus 2026. (Istimewa)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Kakak beradik, Tata Permana (46) bersama Arif Supratman (44) dan Yaya Nurcahyadi (36) tinggal di rumah nyaris ambruk. Rumahnya di Dusun Sukamulya RT 07 RW 02, Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman itu hanya ditahan tiga batang bambu.

Tokoh masyarakat Yosef Firmansyah mengaku tidak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut. Dia bersama ketua RT dan RW mengusulan bantuan perbaikan rumah.

“Usulan bantuan sudah diajukan ke pemerintah desa, agar segera mendapat perhatian apalagi kondisinya sangat memprihatikan,” ucapnya, Senin 3 Agustus 2026.

Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara

Menurutnya, kondisi bangunan memprihatinkan, tiang penyangga atap rumahnya sudah patah. Hanya ditopang batang-batang bambu di luar dan tumpukan lemari di bagian dalam.

Pemilik rumah oun, kata dia, dihantui rasa waswas, apalagi ketika hujan disertai angin kencang melanda. Mereka khawatir rumahnya tiba-tiba ambruk.

Diketahui, Tata bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ditambah harus merawat kedua adiknya yang sedang sakit.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan bantuan tetangga yang peduli terhadap kondisi Tata,” terangnya.

Lanjut Yosep, Tata bersama adiknya belum pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau lainnya.

Sebelumnya, ketua RT dan RW sudah mengusulkan bantuan. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

“Kami berharap segera ada realisasi, karena kondisi rumah ini benar-benar memperhatikan tidak layak huni dan membahayakan penghuni rumah,” ujarnya.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia

Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono mengatakan, rumah milik Tata yang merupakan warganya sudah masuk dalam usulan bantuan.

“Bantuan yang diajukan melalui Baznas, masih menunggu realisasi sehingga keluarga tersebut masih harus bertahan di rumah yang nyaris roboh (ambruk),” katanya.

Diakuinya, kondisi rumah warganya tersebut memprihatinkan dan membutuhkan penanganan secepatnya, jangan sampai roboh. (Anto Sugiarto)

0 Komentar