Menurutnya, pemilik RedBird tersebut mengambil keputusan berdasarkan emosi setelah musim yang mengecewakan, bukan melalui perencanaan yang matang.
“Kebenarannya adalah Cardinale mengambil keputusan berdasarkan insting dan emosi, bukan hasil evaluasi yang terukur. Dalam hitungan beberapa hari Anda tidak bisa membangun struktur baru yang sebelumnya tidak ada,” ujarnya.
Komentar tersebut sejalan dengan berbagai laporan media Italia yang menyebut Milan hingga kini masih kesulitan menentukan arah proyek olahraga mereka untuk musim depan.
Baca Juga:Vieira: Gelar Liga Champions Buat Arsenal Arteta Lebih Besar dari Era WengerRavezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan
Di saat klub-klub pesaing sudah mulai menyusun skuad dan strategi, Rossoneri justru masih berkutat mencari pelatih, direktur olahraga, dan kerangka manajemen baru.
Letizia juga menyoroti keputusan Milan melepas Geoffrey Moncada.
Sosok asal Prancis itu merupakan salah satu tokoh penting di balik keberhasilan Rossoneri menemukan sejumlah pemain yang kemudian berkembang menjadi bintang.
Menurutnya, Moncada memiliki kredibilitas yang jauh lebih kuat dibandingkan struktur baru yang sedang dibangun saat ini.
“Cardinale sekarang mencoba melanjutkan pekerjaan yang sebenarnya sudah dipersiapkan oleh manajemen sebelumnya. Namun ia tidak memiliki stabilitas maupun kemampuan berbicara tentang sepak bola seperti yang dimiliki Moncada,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah terungkap bahwa Moncada harus meninggalkan Milan tanpa menerima pesangon, meski sebelumnya telah mencapai kesepakatan lisan untuk memperpanjang kontraknya selama tiga tahun.
Situasi yang terjadi saat ini semakin memperkuat kesan bahwa Milan sedang memasuki fase transisi yang sangat berisiko.
Selain kehilangan sejumlah petinggi klub, Rossoneri juga terancam ditinggalkan beberapa pemain penting.
Baca Juga:Xavi Tolak Tawaran Jadi Pelatih AC MilanAC Milan Terancam Kehilangan Francesco Camarda
Rafael Leao bahkan telah mengirim sinyal kuat mengenai kemungkinan mencari tantangan baru setelah tujuh musim membela klub.
Jika eksodus tersebut benar-benar terjadi, maka hampir seluruh fondasi tim yang membawa Milan meraih Scudetto 2022 akan hilang.
Di tengah kondisi tersebut, kritik Francesco Letizia menjadi peringatan serius bagi manajemen Rossoneri.
Sebab menurutnya, masalah terbesar Milan saat ini bukan sekadar kehilangan pelatih atau direktur olahraga, melainkan hilangnya kepercayaan terhadap proyek yang sedang dibangun oleh Cardinale dan Ibrahimovic.
Dan jika kondisi itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin semakin banyak sosok penting yang memilih menolak AC Milan, meski klub tersebut masih menyandang status sebagai salah satu nama terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa.
