RADARTASIK.ID – Gelombang kemarahan suporter AC Milan terhadap manajemen klub semakin memuncak.
Kegagalan Rossoneri memenuhi target musim ini, ditambah berbagai keputusan kontroversial dari pemilik klub, membuat hubungan antara tifosi dan manajemen berada di titik terendah.
Kini, kelompok ultras terbesar Milan, Curva Sud, dikabarkan tengah menyiapkan aksi boikot besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Gerry Cardinale dan RedBird Capital.
Baca Juga:Ludi: Como Hanya Akan Rekrut Pemain Italia yang Cocok dengan Filosofi FabregasLeao Kirim Sinyal Tinggalkan AC Milan, Florentino Perez Tawari Modric Kembali ke Real Madrid
Seruan itu muncul di tengah meningkatnya kekecewaan fans terhadap arah klub yang dianggap kehilangan identitas.
Situasi semakin panas setelah berbagai perubahan internal di tubuh Milan justru dinilai tidak menunjukkan ambisi untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Jurnalis senior Italia, Luca Serafini, dalam tulisannya di MilanNews menggambarkan situasi tersebut dengan nada sangat keras.
Ia menilai Milan saat ini dikelola tanpa visi sepak bola yang jelas dan terlalu jauh dari nilai-nilai tradisional klub.
“Dalam pertemuan dengan media yang digelar di Four Seasons, tidak terlihat sedikit pun strategi, ambisi, atau keinginan untuk menang,” tulis Serafini.
Ia juga menyoroti bagaimana manajemen dinilai semakin menjauh dari para pendukung setia Rossoneri.
“Tidak ada pembahasan tentang tifosi, yang oleh kepemilikan saat ini dianggap sebagai gangguan, bukan aset,” lanjutnya.
Baca Juga:Fabio Ravezzani: AC Milan Jatuh karena Cardinale Tak Mau Keluarkan UangMarotta Bantah Tinggalkan Juventus karena Ronaldo: Itu Hanya Legenda Urban
Kemarahan fans memang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Setelah gagal lolos ke Liga Champions dan performa tim yang dinilai tidak konsisten, banyak pendukung merasa manajemen hanya fokus pada aspek bisnis tanpa benar-benar memahami budaya klub.
Menurut Serafini, aksi protes yang selama ini dilakukan lewat spanduk dan pernyataan resmi kemungkinan hanya permulaan.
“Sementara itu, kemarahan kelompok suporter terus membesar. Seruan yang kini mulai menyebar mengarah pada boikot total: tidak membeli tiket musiman, tidak berlangganan tayangan berbayar, tidak datang ke stadion,” tulisnya lagi.
Jika benar terjadi, aksi tersebut bisa menjadi pukulan besar bagi Milan, baik secara finansial maupun citra klub.
Atmosfer San Siro selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Rossoneri, terutama lewat dukungan militan Curva Sud.
