Fabio Ravezzani: AC Milan Jatuh karena Cardinale Tak Mau Keluarkan Uang

Gerry Cardinale
Gerry Cardinale Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kritik terhadap kepemilikan Gerry Cardinale di AC Milan kembali memanas.

Setelah sebelumnya banyak media Italia menyoroti kekacauan manajemen Rossoneri, kini jurnalis senior Fabio Ravezzani menyebut masalah terbesar Milan terletak pada ketidakmampuan pemilik klub untuk berinvestasi secara serius.

Direktur QSVS itu bahkan menilai AC Milan sedang menuju “kemunduran perlahan” karena manajemen tidak memiliki kekuatan finansial untuk membawa klub kembali bersaing di level tertinggi.

Baca Juga:Jalani Tes Medis, Aleksandar Stankovic Selangkah Lagi Kembali ke Inter MilanFranco Ordine Bongkar Keruntuhan AC Milan: Allegri Sudah Minta Pulangkan Camarda tapi Ditolak

Dalam tayangan di kanal YouTube QSVS, Ravezzani secara terbuka mengkritik cara Cardinale mengelola Milan sejak mengambil alih klub dari Elliott Management.

Menurutnya, ada masalah yang jauh lebih mengkhawatirkan dibanding sekadar pergantian pelatih atau restrukturisasi manajemen.

“Ada sesuatu yang lebih mengkhawatirkan dalam situasi Milan, yaitu klub jelas tidak mampu bangkit kembali karena tidak punya uang. Cardinale tidak mampu menginvestasikan satu euro pun ke Milan,” kata Ravezzani.

Komentar tersebut muncul di tengah situasi kacau yang sedang dialami Rossoneri.

Dalam beberapa hari terakhir, Milan kehilangan sejumlah figur penting mulai dari Massimiliano Allegri, Igli Tare, Giorgio Furlani hingga Geoffrey Moncada.

Ironisnya, di tengah kekosongan besar itu, Zlatan Ibrahimovic yang selama ini menjadi tokoh utama proyek olahraga Milan justru dikabarkan akan pergi ke Amerika Serikat selama satu setengah bulan untuk menjadi komentator Piala Dunia Antarklub bersama Fox Sports.

Situasi tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan arah proyek Milan.

Ravezzani kemudian menyoroti pola kebijakan transfer Cardinale sejak mengambil alih klub.

Baca Juga:Paolo Maldini Sindir Pemilik AC Milan: “One Man Show? Dia Menjawab Dirinya Sendiri”Media Italia: Rayuan Ibrahimovic dan Cardinale Tak Cukup Yakinkan Andoni Iraola untuk Latih AC Milan

Ia menilai pemilik RedBird selalu berusaha menutup bursa transfer dengan keuntungan finansial, bukan membangun skuad yang benar-benar kompetitif.

“Sejak Cardinale membeli Milan, dia selalu menutup pasar transfer dengan keuntungan neraca keuangan,” ujarnya.

Menurut Ravezzani, Milan terus menjual pemain-pemain terbaiknya dan menghindari memperpanjang kontrak pemain yang memiliki gaji besar.

Kebijakan itu dinilai membuat Rossoneri semakin tertinggal dibanding rival sekota mereka, Inter Milan.

Ravezzani lalu membandingkan struktur gaji kedua klub untuk menunjukkan perbedaan ambisi antara Inter dan Milan.

Di Inter, pemain-pemain penting mendapatkan bayaran besar sebagai bentuk investasi klub terhadap kualitas skuad.

0 Komentar