Lautaro Martinez disebut menerima gaji sekitar 11 juta euro per musim, sementara Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, hingga Alessandro Bastoni berada di kisaran 5 hingga 6,5 juta euro.
Sebaliknya di Milan, struktur gaji jauh lebih rendah.
Menurut Ravezzani, Rafael Leao yang menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Milan hanya menerima sekitar 6 juta euro per musim. Setelah itu, nominal gaji pemain lainnya turun cukup jauh.
“Kalau lima atau enam pemain terbaik di satu tim mendapatkan gaji hampir dua kali lipat dibanding pemain terbaik tim lain, maka sulit berharap kedua tim berada di level yang sama,” katanya.
Baca Juga:Jalani Tes Medis, Aleksandar Stankovic Selangkah Lagi Kembali ke Inter MilanFranco Ordine Bongkar Keruntuhan AC Milan: Allegri Sudah Minta Pulangkan Camarda tapi Ditolak
Ia menilai perbedaan tersebut memperlihatkan bagaimana Inter masih memiliki ambisi olahraga yang besar, sementara Milan terlalu fokus menjaga keseimbangan finansial.
Kondisi itu juga dianggap menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah target besar mulai ragu bergabung dengan Rossoneri.
Sebelumnya, media Italia melaporkan bahwa Andoni Iraola semakin dekat menolak tawaran Milan meski sempat menjadi kandidat utama pengganti Allegri.
Pelatih asal Basque itu disebut tidak yakin dengan proyek Milan yang dipenuhi tanda tanya dan minim kepastian.
Bahkan Iraola dikabarkan lebih tertarik melanjutkan karier di Premier League bersama Crystal Palace dibanding menerima proyek Milan yang sedang limbung.
Bagi Ravezzani, masalah terbesar bukan sekadar hasil buruk musim ini, melainkan ketidakmampuan klub melakukan reaksi besar untuk bangkit.
“Jika sebuah klub tidak memiliki kekuatan untuk berinvestasi kembali di pasar transfer, maka klub itu akan menuju kemunduran perlahan tetapi pasti,” tegasnya.
Baca Juga:Paolo Maldini Sindir Pemilik AC Milan: “One Man Show? Dia Menjawab Dirinya Sendiri”Media Italia: Rayuan Ibrahimovic dan Cardinale Tak Cukup Yakinkan Andoni Iraola untuk Latih AC Milan
Pernyataan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran tifosi Rossoneri yang merasa Milan mulai kehilangan identitas dan daya saingnya di sepak bola Eropa.
Kini tekanan terhadap Gerry Cardinale semakin besar. Pendukung Milan tidak hanya menuntut perubahan struktur manajemen, tetapi juga ingin melihat keberanian investasi nyata demi mengembalikan klub ke level elite.
Jika tidak ada perubahan signifikan dalam waktu dekat, banyak pihak di Italia percaya AC Milan berisiko terus tertinggal dari rival-rivalnya, baik di Serie A maupun di kompetisi Eropa.
