RADARTASIK.ID – Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, akhirnya buka suara mengenai alasan sebenarnya di balik perpisahannya dengan Juventus beberapa tahun lalu.
Dalam wawancara panjang bersama DAZN yang dipandu Giorgia Rossi, Marotta membantah rumor lama yang menyebut dirinya hengkang karena tidak setuju dengan transfer Cristiano Ronaldo.
Dalam perbincangan tersebut, Marotta tidak hanya membahas masa depan Inter Milan dan proyek bersama Cristian Chivu, tetapi juga mengulas perjalanan kariernya di Juventus hingga akhirnya bergabung dengan Nerazzurri.
Baca Juga:Franco Ordine Bongkar Keruntuhan AC Milan: Allegri Sudah Minta Pulangkan Camarda tapi DitolakPaolo Maldini Sindir Pemilik AC Milan: “One Man Show? Dia Menjawab Dirinya Sendiri”
Menurut Marotta, keputusan berpisah dengan Juventus sama sekali bukan karena konflik besar terkait kedatangan Ronaldo dari Real Madrid pada 2018.
Ia menegaskan bahwa cerita tersebut hanyalah “legenda urban” yang berkembang di media.
“Apakah saya pergi karena transfer Cristiano Ronaldo? Tidak, itu hanya legenda metropolitan,” kata Marotta.
Meski begitu, ia mengakui memang memiliki pandangan berbeda soal transfer megabintang Portugal tersebut.
Namun perbedaan itu terjadi dalam konteks diskusi profesional dan bukan pertengkaran.
Marotta menilai Ronaldo adalah pemain luar biasa, tetapi saat itu ia merasa transfer tersebut terlalu besar untuk kondisi Juventus.
“Cristiano Ronaldo adalah juara besar, tetapi saya menganggap operasi itu terlalu besar bagi kami,” ujarnya.
Baca Juga:Media Italia: Rayuan Ibrahimovic dan Cardinale Tak Cukup Yakinkan Andoni Iraola untuk Latih AC MilanMassimo Cellino Tolak Ide Galliani Kembali ke AC Milan: Sepak Bola Sudah Berubah
Walau memiliki pandangan berbeda, Marotta tetap menghormati keputusan klub dan presiden Juventus saat itu, Andrea Agnelli.
“Presiden membuat pilihannya dan saya mengikuti keputusan tersebut. Tidak pernah ada pertengkaran,” lanjutnya.
Marotta kemudian menjelaskan bahwa alasan utama perpisahannya dengan Juventus lebih berkaitan dengan perubahan struktur manajemen klub.
Menurutnya, keluarga Agnelli ingin melakukan regenerasi dan memberikan peran lebih besar kepada figur-figur baru dalam jajaran eksekutif.
“Ada kesadaran bahwa pemilik klub ingin melakukan perubahan dalam struktur manajemen dengan membuatnya lebih muda,” ungkap Marotta.
Ia juga menyebut Andrea Agnelli saat itu mulai memiliki pengalaman lebih besar dan ingin mengambil peran yang lebih dominan dalam pengelolaan klub.
Karena itu, kedua pihak akhirnya memilih berpisah secara baik-baik dan penuh rasa hormat.
