Meski mengaku sedih meninggalkan Juventus setelah delapan tahun penuh kesuksesan, Marotta mengatakan dirinya selalu yakin pintu besar lain akan terbuka.
Keyakinan itu ternyata langsung terbukti dan hanya dalam waktu 24 jam setelah meninggalkan Juventus, Marotta menerima telepon dari Steven Zhang yang saat itu masih menjadi pemilik Inter Milan.
Menariknya, Marotta sempat mengira panggilan tersebut hanyalah lelucon.
“Saya bahkan tidak punya nomor Zhang dan mengira itu prank,” katanya sambil tertawa.
Baca Juga:Franco Ordine Bongkar Keruntuhan AC Milan: Allegri Sudah Minta Pulangkan Camarda tapi DitolakPaolo Maldini Sindir Pemilik AC Milan: “One Man Show? Dia Menjawab Dirinya Sendiri”
Marotta kemudian menghubungi Presiden Torino, Urbano Cairo, untuk memastikan nomor tersebut benar-benar milik Zhang.
Setelah yakin, ia langsung melakukan pembicaraan lanjutan dan bertemu dengan pihak Inter beberapa hari kemudian.
Keputusan bergabung dengan Inter akhirnya menjadi titik balik besar dalam kariernya.
Bersama Nerazzurri, Marotta sukses membangun kembali kekuatan klub hingga kembali menjadi salah satu tim elite Italia dan Eropa.
Dalam wawancara itu, Marotta juga membela bek Inter Alessandro Bastoni yang sempat mendapat kritik setelah laga melawan Juventus.
Ia menilai reaksi publik terhadap Bastoni terlalu berlebihan dan tidak adil.
“Alessandro harus dinilai oleh orang-orang yang mengenalnya,” kata Marotta.
Baca Juga:Media Italia: Rayuan Ibrahimovic dan Cardinale Tak Cukup Yakinkan Andoni Iraola untuk Latih AC MilanMassimo Cellino Tolak Ide Galliani Kembali ke AC Milan: Sepak Bola Sudah Berubah
Menurutnya, Bastoni adalah pribadi yang baik sekaligus pemain berkualitas tinggi dan menegaskan sang bek tidak melakukan kesalahan besar seperti yang digambarkan sebagian media.
Marotta menyebut tindakan Bastoni hanya reaksi spontan yang lazim terjadi di dunia sepak bola.
“Hal seperti itu sudah saya lihat 40 tahun lalu dan masih terjadi sampai sekarang,” ujarnya.
Ia juga mengkritik besarnya tekanan media sosial dan pemberitaan modern yang membuat insiden kecil menjadi terlalu dibesar-besarkan.
“Dulu tidak ada tekanan media seperti sekarang. Kesalahan itu lahir lebih karena insting daripada rasionalitas,” tambahnya.
Meski begitu, Marotta memastikan Bastoni memahami kesalahannya dan belajar dari kejadian tersebut.
Di akhir wawancara, ia kembali menegaskan pentingnya Bastoni bagi Inter maupun tim nasional Italia.
“Dia adalah aset besar bagi Inter dan sepak bola Italia. Dia pantas mengenakan jersey tim nasional,” tutup Marotta.
