TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bandung sedang ramai. Bukan hanya oleh ribuan orang yang memadati jalanan untuk menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
Bukan hanya karena Mahkota Binokasih kembali dikirab dengan penuh khidmat dan simbol kebudayaan Sunda yang kian dirindukan.
Tapi juga karena sebuah kue ulang tahun. Sabtu malam itu, di sela padatnya agenda Kirab Mahkota Binokasih yang berlangsung 17–18 Mei 2026, hadir seorang tamu penting: Marlyn Maisarah.
Baca Juga:Diky Candra Lepas Kontrol!39 Tahun Wali Kota Tasikmalaya: Saatnya Menjawab Ekpektasi!
Ia datang mendampingi semangat kebudayaan. Sekaligus membawa nama besar lain di belakangnya: istri Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
Di Jawa Barat, tamu seperti itu tentu tidak dibiarkan berjalan sendiri. Yang mendampingi adalah Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, H Amir Mahpud.
Saya membayangkan suasananya cair. Tidak terlalu formal. Tidak terlalu protokoler. Apalagi orang Sunda punya satu kebiasaan: obrolan penting justru sering lahir di tengah suasana santai. Dan itu terjadi.
Di tengah padatnya agenda budaya, H Amir Mahpud ternyata menyiapkan sebuah kejutan kecil. Ia membawa kue ulang tahun cantik untuk Marlyn Maisarah yang tepat berulang tahun pada 18 Mei.
Tidak besar. Tidak mewah berlebihan. Tetapi cukup membuat suasana berubah hangat. Orang-orang di sekitar ikut tersenyum. Kamera ponsel langsung terangkat. Momen sederhana seperti itu memang selalu punya daya tarik politik yang lebih kuat daripada pidato panjang.
Sebab politik kadang terlalu sibuk membicarakan strategi. Sampai lupa menunjukkan sisi manusiawi. Padahal hubungan politik sering justru dibangun dari hal-hal kecil: perhatian, kedekatan, dan rasa hormat.
H Amir Mahpud tampaknya memahami itu.
Ia memang dikenal dekat dengan Menlu Sugiono. Sama-sama berada dalam lingkaran loyalis Gerindra yang lama. Orang-orang menyebutnya bagian dari “Hambalang Boy” — kelompok yang tumbuh bersama dinamika panjang perjuangan politik Prabowo Subianto.
Baca Juga:Panas 43 Derajat Tak Surutkan Kekhusyukan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!Dapur MBG dan Iuran yang Berbisik di Kabupaten Tasikmalaya!
Karena itu suasana diskusi mereka terasa nyambung. Kabarnya, obrolan H Amir dan Marlyn tidak hanya soal budaya Sunda. Tapi juga menyentuh banyak hal: Jawa Barat, dinamika politik nasional, hingga isu luar negeri.
Topiknya berat. Namun dikemas ringan. Begitulah biasanya percakapan para politisi yang sudah lama berada di gelanggang. Mereka tidak perlu terlalu keras menunjukkan pengaruh.
