BANJAR, RADARTASIK.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Banjar secara resmi memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan atlet sepak bola pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2026.
Keputusan tersebut dilakukan karena minimnya jumlah atlet sepak bola yang siap menanggung biaya secara mandiri. Selain itu, karena proses administrasi yang mepet.
“Menjelang batas akhir penutupan administrasi (hari ini), baru ada tiga pemain (atet) yang siap ikut (bermain di event Popwilda) dari jumlah 30 pemain,” ucap Ketua PSSI Kota Banjar Acep Anggi DS, Minggu (7/6/2025).
Baca Juga:Gerindra Mulai Menghitung Hari!Muskorda Jadi-jadian!
Melihat jumlah pemain yang siap hanya tiga orang, akhirnya PSSI Kota Banjar memutuskan untuk tidak melanjutkan keikutsertaan di Popwilda tahun 2026.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam persiapan. Dia pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi serta respon dari para orang tua atlet.
Selain itu, PSSI Kota Banjar menyayangkan tidak ikutnya para atlet sepak bola dalam ajang bergengsi Popwilda Jabar, karena terkendala tidak adanya anggaran dari pemerintah.
“Kami berharap, kondisi ke depannya akan jauh lebih baik lagi dan siap menyambut kompetisi di tahun depan (2027) lebih semangat lagi,” tegasnya.
Kata dia, atlet sepak bola Kota Banjar memiliki potensi yang luar biasa, dan semangat untuk mengikuti event itu. Namun kandas karena terkendala anggaran.
Pihaknya mempersilakan para atlet, yang memiliki agenda bisa secara mandiri untuk mengalihkan fokus ke event lain.
Sementara itu, salah satu orang tua atlet Erna Nurzaman mengaku pasrah. Dia memilih untuk mengalihkan fokus anaknya untuk persiapan pendaftaran sekolah.
Baca Juga:Demy Anggaran!Gaji Selamat, Pelayanan Tamat!
“Semoga anak-anak tetap semangat berlatih, dan mengejar prestasi sepak bola di event mana pun,” terangnya.
Sebagai orang tua tentu kecewa. Dia meminta perhatian serius dari Pemerintah (Pemkot) Kota Banjar, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga Pariwisata (Dispora) supaya berkomitmen mengurus cabang olahraga (cabor) dan organisasi.
“Jangan sampai ada anggapan lain di masyarakat, melainkan harus peka terhadap dunia olahraga,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
