Gerindra Mulai Menghitung Hari!

Gerindra
H Amir Mahpud saat Bimtek kader di Hotel Grand Travelo Kota Bekasi. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ruang itu penuh anggota DPRD. Dari Provinsi Jawa Barat. Dari kabupaten. Dari kota.

Mereka berkumpul dalam satu agenda bimbingan teknis yang terdengar biasa: pendalaman tugas anggota fraksi. Tempatnya di Hotel Grand Travelo Kota Bekasi pada 4-6 Juni 2026.

Biasanya acara seperti ini identik dengan paparan aturan. Pasal demi pasal. Tata tertib. Fungsi legislasi. Pengawasan. Penganggaran.

Baca Juga:Muskorda Jadi-jadian!Demy Anggaran!

Tetapi yang disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud, justru bukan soal itu. Ia berbicara tentang 2029. Ia berbicara tentang kemenangan.

Dan ia berbicara tentang satu hal yang sering dilupakan politisi: rakyat lebih sering melihat anggota DPRD daripada melihat kantor partai.

Kalimat itu sederhana. Tetapi menghantam.

“Kinerja anggota DPRD adalah citra Partai Gerindra. Pelayanan anggota DPRD adalah elektabilitas Partai Gerindra. Integritas anggota DPRD adalah kehormatan Partai Gerindra.” Itulah inti pesannya.

H. Amir Mahpud memulai dari Jawa Barat. Provinsi terbesar. Penduduk terbanyak. Daerah yang selalu menjadi penentu arah politik nasional.

Tidak ada partai yang bisa mengabaikan Jawa Barat. Siapa menguasai Jawa Barat, peluangnya besar menguasai Indonesia.

Karena itu ia mengingatkan kader Gerindra agar tidak berpikir hanya untuk menang pilkada atau pileg daerah.

Mereka sedang mempersiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Bahasa yang digunakan H Amir memang bahasa partai.

Tetapi substansinya lebih luas.

Baca Juga:Gaji Selamat, Pelayanan Tamat!Uriarte Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 4 Klasemen Kejuaraan Dunia Moto3

Ia sedang mengingatkan bahwa politik tidak boleh berhenti pada perebutan kursi.

Politik harus berujung pada keberlanjutan pembangunan.

Ada bagian menarik dalam pidatonya. Ia mengakui bahwa dunia politik sudah berubah. Kini bukan hanya soal baliho.

Bukan hanya soal rapat umum. Bukan pula sekadar soal jumlah massa.

Kini ada media sosial. Ada algoritma. Ada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ada perang opini yang berlangsung 24 jam sehari. Ada hoaks yang menyebar lebih cepat daripada klarifikasi.

Dalam situasi seperti itu, menurut Amir, kader Gerindra harus mampu beradaptasi.

Harus cepat merespons persoalan rakyat. Harus aktif membangun narasi.

Dan harus mampu memenangkan pertarungan opini di ruang digital. Sebuah pengakuan yang realistis. Karena hari ini banyak politisi kalah bukan karena tidak bekerja. Tetapi karena gagal mengomunikasikan pekerjaannya.

0 Komentar