Demy Anggaran!

Demy rahayu
Demy Rahayu
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ia Tidak Sering Bicara. Tapi Anggaran Kota Ada di Tangannya. Namanya jarang disebut. Bukan karena tidak penting. Justru karena terlalu penting.

Di Kota Tasikmalaya, ada satu posisi yang tidak pernah berdiri di podium. Tidak rajin konferensi pers. Tidak gemar memberi pernyataan panjang. Tapi hampir semua angka harus lewat meja ini.

Kepala Bidang Anggaran pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya. Namanya: Demy Rahayu, SP.

Baca Juga:Gaji Selamat, Pelayanan Tamat!Uriarte Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 4 Klasemen Kejuaraan Dunia Moto3

Ia bukan wali kota. Bukan sekda. Bukan pula kepala dinas yang sering tampil di depan publik. Tapi jika bicara soal anggaran, dialah orang yang pertama kali disentuh sistem.

Semua rencana. Semua program. Semua janji politik. Pada akhirnya akan bertemu Demy.

Ia yang mengatur. Menganalisa. Mengevaluasi. Menimbang apakah sebuah gagasan layak diberi angka, atau cukup menjadi wacana.

Orang jarang mengenalnya. Padahal posisinya sangat vital. Di tangannya, kendali anggaran Kota Tasikmalaya berada.

Demy terkenal jarang bicara. Bahkan ketika ditanya, jawabannya sering seperlunya. Tidak lebih. Tidak kurang. Tidak ada kalimat berputar. Tidak ada kata tambahan yang tidak perlu.

Ia seperti koki di dapur besar bernama APBD. Tidak tampil di depan tamu. Tapi menentukan rasa akhir masakan.

Pria berkulit sawo matang itu menjadi salah satu orang paling kunci dalam urusan keuangan di Kota Jasa ini. Ia menguasai resep yang tidak semua orang paham: Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), perubahan-perubahannya, sampai detail evaluasi belanja.

Baca Juga:BREAKING NEWS! SPPG Mulyasari Tamansari Kota Tasikmalaya Mendadak Berhenti Operasional, Tak Ada Batas WaktuTersangka Korupsi MBG Atur Verifikasi SPPG Hingga Mark Up Pengadaan Motor Listrik dan Sepatu

Ia tahu mana angka yang realistis. Mana yang dipaksakan. Mana yang berisiko. Mana yang bisa diselamatkan.

Di bawahnya ada subbidang perencanaan anggaran. Ada penyusunan anggaran. Ada evaluasi dan administrasi. Tapi simpul akhirnya tetap satu. Ke Kabid Anggaran.

Tugasnya bukan hanya menyusun. Tapi juga menganalisa keuangan daerah, mengelola dana cadangan, membaca pinjaman daerah, hingga memastikan setiap rupiah berjalan sesuai aturan.

Ia juga harus berkoordinasi dengan banyak SKPD. Menerjemahkan keinginan program menjadi angka yang sah secara hukum dan logis secara fiskal.

0 Komentar