TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sore itu suasana di dapur redaksi Radar Tasikmalaya mendadak berubah. Bukan karena ada berita besar. Bukan pula karena ada pejabat yang mengundurkan diri atau partai yang pecah kongsi.
Yang beredar hanya sebuah foto. Lengkap dengan banner kegiatan. Lengkap dengan logo-logo media. Lengkap dengan nomor rekening atau nomor dana.
Dan lengkap pula dengan kalimat yang membuat banyak orang mengernyitkan dahi. “Assalamualaikum, punten pak dewan barangkali mau bantu nyumbang untuk kegiatan besok anak-anak media…”
Di bawahnya tercantum nama bendahara kegiatan.
Baca Juga:Demy Anggaran!Gaji Selamat, Pelayanan Tamat!
Sekilas tampak biasa. Tapi tidak bagi Radar Tasikmalaya. Ada yang mengganjal. Sangat mengganjal. Logo Radar Tasikmalaya terpampang di sana. Tanpa izin. Tanpa pemberitahuan. Tanpa koordinasi. Tanpa komunikasi.
Bahkan bukan hanya logo Radar Tasikmalaya. Puluhan logo media lain juga ikut dicantumkan. Media cetak. Media televisi. Media online. Media elektronik.
Semua seperti sedang bergandengan tangan mendukung sebuah kegiatan yang tertulis besar dalam banner: MUSKORDA ALIANSI JURNALIS TASIKMALAYA.
Redaksi pun terhenyak. Siapa yang memasang logo-logo itu? Kapan acaranya?Siapa penyelenggaranya? Kenapa tidak ada satu pun informasi yang sampai ke meja redaksi?
Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan.
Insting jurnalistik bekerja. Informasi ditelusuri. Sumber dicari. Jejak digital diperiksa.
Hingga akhirnya mengerucut pada satu kesimpulan. Semua itu diduga dilakukan oleh seorang oknum wartawan. Tujuannya? Masih menjadi tanda tanya.
Belum lama setelah informasi itu beredar, masuklah sebuah pesan WhatsApp ke dapur redaksi. Isinya semacam klarifikasi. Sekaligus permintaan maaf.
Kurang lebih menjelaskan bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI. Katanya hanya untuk “cek ombak”.
Baca Juga:Uriarte Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 4 Klasemen Kejuaraan Dunia Moto3BREAKING NEWS! SPPG Mulyasari Tamansari Kota Tasikmalaya Mendadak Berhenti Operasional, Tak Ada Batas Waktu
Katanya hanya untuk menguji respons beberapa anggota dewan. Katanya tidak benar-benar bermaksud mencari uang.
Katanya tidak ada kegiatan yang sesungguhnya. Katanya banner itu hanyalah hasil kreasi AI. Bahkan pengirim pesan mengaku tidak memperhatikan lagi logo media apa saja yang muncul dalam gambar tersebut.
Sebuah pengakuan yang justru memunculkan pertanyaan baru. Jika benar hanya gambar AI. Mengapa mencantumkan nama kegiatan? Mengapa mencantumkan nomor dana pribadi? Mengapa menyebarkannya kepada pihak lain?
