PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran berkomitmen mengembalikan kesenian tradisional kepada akarnya dalam hajat laut tahun ini.
Ketua HNSI Pangandaran Jeje Wiradinata menyoroti maraknya hiburan modern yang kurang tepat sasaran yang digelar sebelum-sebelumnya. Dampaknya budaya dan seni tradisi lokal Pangandaran menjadi tersisihkan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali sejarah dan legenda asli Pangandaran, yaitu Ronggeng Gunung.
Baca Juga:Nilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya BerpolemikCitra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim Kritikan
“Mari kita kembali pada sejarah dan legenda yang sudah melekat di Kabupaten Pangandaran. Ronggeng Gunung berasal dari kisah Dewi Samboja atau Dewi Rengganis. Ini adalah ikon kesenian kita yang harus terus dilestarikan dan nanti di hajat laut akan digelar,” tuturnya kepada Radar Minggu (7/6/2026).
Selain kesenian Ronggeng Gunung, acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai tradisi khas nelayan yang telah ada sejak dahulu, seperti lomba renang laut dan balap perahu.
Lebih lanjut, Jeje optimistis perhelatan 1 Muharram ini akan berdampak positif pada sektor pariwisata daerah. Event budaya Hajat Laut diyakini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan, sekaligus melengkapi kalender wisata tahunan selain momen libur Tahun Baru dan Idul Fitri.
“Kehadiran event besar ini merupakan buah kolaborasi solid antara nelayan, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jeje juga menyampaikan apresiasi khusus kepada berbagai pihak yang menyokong perayaan Hajat Laut, salah satunya datang dari tokoh maritim nasional asal Pangandaran, Susi Pudjiastuti.
“Terima kasih kepada sahabat dan ibu kita, Ibu Susi Pudjiastuti, yang telah menyiapkan total hadiah hampir Rp150 juta untuk mendukung seluruh perlombaan,” jelasnya.
Ia menutup pesannya dengan sebuah filosofi pesisir yang mendalam: “Di mana ada laut, pasti ada nelayan. Kalau ada nelayan, pasti ada ikan. Dan ikan menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi kehidupan kita. Pangandaran hebat alamnya, Pangandaran juga oke oleh-olehnya,” pungkasnya.(Deni Nurdiansah)
