TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Momen upacara peringatan HUT RI bukan hanya menampilkan para siswa di tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Di momen tersebut, tim paduan suara khusus siswa juga akan mengiringi setiap prosesi upacara.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tasikmalaya bakal menghadirkan sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya, paduan suara gabungan dari sejumlah SMA di Kota Tasikmalaya dipersiapkan untuk tampil dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.
Paduan suara tersebut digagas oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Kota Tasikmalaya. Kelompok ini menjadi wadah bagi para siswa yang memiliki potensi dan kemampuan di bidang tarik suara untuk tampil dalam kegiatan resmi pemerintahan maupun peringatan hari besar nasional.
Baca Juga:Peta Kuasa Menjelang Pertarungan Kadin!Tunggakan Setoran Retribusi Parkir di Kota Tasikmalaya Harus Segera Dievaluasi, Biar Tidak Semakin Rugi
Ketua paduan suara, Tendi, mengatakan persiapan telah dilakukan dengan melibatkan perwakilan dari SMA se-Kota Tasikmalaya. Sedikitnya 11 sekolah mengikuti proses pembentukan dan seleksi anggota paduan suara tersebut.
Menurutnya, setiap sekolah mengirimkan siswa yang dinilai memiliki kemampuan vokal untuk kemudian mengikuti proses latihan bersama. Saat ini, persiapan terus dilakukan agar penampilan pada momentum HUT ke-81 RI dapat berjalan maksimal.
“Ini baru terbentuk tahun ini. Kami mencoba menghimpun siswa-siswa dari SMA di Kota Tasikmalaya yang memiliki potensi suara untuk dibina dan dikembangkan,” ujarnya.
Ke depan, kelompok ini diharapkan tidak hanya tampil pada peringatan HUT RI, tetapi juga dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi Kota Tasikmalaya serta peringatan hari besar nasional lainnya.
Selain menjadi wadah untuk tampil, keberadaan paduan suara gabungan tersebut diharapkan menjadi sarana pembinaan bagi pelajar yang memiliki bakat seni, khususnya di bidang vokal.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepeler Sianturi, mengapresiasi pembentukan paduan suara gabungan tersebut.
Ia menyebut kehadiran paduan suara yang melibatkan siswa dari 11 SMA merupakan langkah positif sekaligus menjadi bagian dari sejarah baru dalam pembinaan seni di kalangan pelajar.
Baca Juga:Dari Raja PLT ke Raja Anggaran!Dari Kasus Penularan HIV/Aids, Dinkes Kota Tasikmalaya Sebut LSL Bukan Berarti LGBT
“Ini merupakan sejarah karena ada paduan suara gabungan dari 11 SMA. Mereka melalui proses seleksi dari masing-masing sekolah,” kata Kepeler.
