TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Panas di tanah suci tidak bisa diajak kompromi. Di siang hari, udara seperti keluar langsung dari mulut tungku. Aspal memantulkan hawa. Dinding hotel menyimpan panas hingga malam tiba.
Di Madinah saat ini, suhu berkisar antara 32 sampai 41 derajat Celcius. Sedangkan di Makkah, temperatur bahkan menyentuh 43 derajat Celcius.
Namun di tengah cuaca ekstrem itu, kabar menggembirakan datang dari jamaah haji Kloter 20 KJT asal Tasikmalaya.
Baca Juga:Dapur MBG dan Iuran yang Berbisik di Kabupaten Tasikmalaya!Rangkap Sopian!
Sekitar 80 persen jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat. Mereka masih mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan khusyuk di Masjid Nabawi, meski cuaca terasa begitu menyengat bagi jamaah yang terbiasa dengan hawa pegunungan Priangan Timur.
Sementara sekitar 20 persen jamaah lainnya mengalami keluhan ringan. Mulai dari batuk, pilek, flu hingga pegal-pegal akibat kelelahan dan perubahan cuaca yang cukup drastis.
Setiap hari, tim kesehatan yang dipimpin dr. Rizal menerima sekitar 20 laporan keluhan dari jamaah. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan bisa segera ditangani.
“Alhamdulillah secara umum jamaah Kota Tasikmalaya sehat dan tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik,” ujar PHD Kota Tasikmalaya Kloter 20 KJT, Opik Taupiqul Haq.
Ia mengatakan, faktor cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Karena itu para jamaah terus diingatkan untuk memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, serta menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang puncak ibadah haji.
Suasana di Madinah sendiri masih dipenuhi jamaah dari berbagai negara. Di pelataran Masjid Nabawi, payung-payung raksasa terus mengembang menaungi ribuan peziarah yang datang silih berganti. Sebagian memilih berjalan perlahan sambil membawa semprotan air, sebagian lainnya mencari tempat teduh usai menunaikan salat.
Bagi jamaah asal Kota Tasikmalaya, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik. Ada harapan panjang yang akhirnya sampai di depan Ka’bah dan Raudhah setelah bertahun-tahun menunggu giliran.
Baca Juga:Diky Candra Jangan Sekadar Jaga TokoBea Cukai Jabar Sita 2 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung Padjajaran
Sesuai jadwal, jamaah Kloter 20 KJT akan mulai diberangkatkan menuju Makkah pada 15 Mei 2025 untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya. (red)
