RADARTASIK.ID – Kepemimpinan Gerry Cardinale di AC Milan kembali menjadi sorotan tajam media Italia.
Laporan terbaru Calciomercato menilai proyek besar RedBird Capital bersama Rossoneri gagal memenuhi ekspektasi meski sudah menghabiskan dana transfer dalam jumlah fantastis.
Dalam empat musim terakhir sejak Cardinale mengambil alih saham mayoritas Milan dari Elliott Management, Rossoneri disebut telah menggelontorkan investasi mendekati €500 juta atau sekitar Rp8,5 triliun dengan kurs Rp17.000 per euro.
Baca Juga:Dirindukan Fans AC Milan, Maldini Pilih Tutup MulutFans Real Madrid Ngamuk di Bernabeu: Florentino Perez Diusir, Vinicius dan Mbappe Dicemooh
Namun, hasil di lapangan dianggap tidak sebanding dengan pengeluaran besar tersebut.
Media Italia itu bahkan menyebut angka-angka Milan sebagai “bencana” karena klub hanya mampu meraih satu trofi, yakni Piala Super Italia.
Di Serie A, Milan dinilai tak pernah benar-benar menjadi pesaing serius Scudetto dan terus tertinggal dari rival sekota mereka, Inter Milan.
Dalam empat musim terakhir, selisih poin Milan dengan Inter mencapai 55 angka.
Statistik itu memperlihatkan betapa jauhnya konsistensi Rossoneri dibanding Nerazzurri yang justru tampil stabil dengan struktur manajemen yang lebih rapi.
Calciomercato menilai akar masalah Milan bukan sekadar performa pemain, tetapi juga absennya fondasi proyek yang jelas.
Dalam kurun singkat, klub telah berganti empat pelatih dan tiga direktur olahraga.
Baca Juga:Presiden Partai di Prancis Sindir Mbappe: PSG Memenangkan Liga Champions Setelah Dia PergiMaldini Sedih Lihat Kondisi AC Milan Saat Ini: “Tidak Ada yang Tahu Apa yang Tersisa dari Kehancuran Ini"
Situasi tersebut membuat Milan dianggap tidak memiliki kesinambungan visi, baik dalam pembangunan skuad maupun arah teknis klub.
Awal Era RedBird dan Transfer Mahal
Musim 2022/2023 menjadi awal era Cardinale setelah Stefano Pioli membawa Milan meraih Scudetto.
Saat itu, transfer terbesar diarahkan kepada Charles De Ketelaere yang dibeli dari Club Brugge seharga €37,5 juta atau sekitar Rp637,5 miliar.
Selain De Ketelaere, Milan juga mendatangkan Malick Thiaw dari Schalke 04 dengan nilai €12,8 juta (Rp217,6 miliar), Junior Messias dari Crotone sebesar €6,2 juta (Rp105,4 miliar), dan Alessandro Florenzi dari Roma senilai €3,15 juta atau sekitar Rp53,5 miliar.
Pada musim panas pertama Cardinale itu, Milan juga meminjam Aster Vranckx dari Wolfsburg dengan biaya €1,3 juta (Rp22,1 miliar) serta membeli kiper Devis Vasquez dari Guaraní senilai €810 ribu atau sekitar Rp13,7 miliar.
