Siswa SD Al Misbah Belajar Rawat Orang Sakit dan Urus Jenazah

Sd al misbah
Sejumlah siswa kelas IV SD Islam Al Misbah saat mengikuti pelatihan pengurusan orang sakit dan dasar-dasar pengurusan jenazah yang dipandu langsung oleh kepala sekolah bersama guru PAI. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Siswa kelas VI SD Islam Al Misbah mendapat pengalaman berbeda di sekolah.

Selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026, mereka mengikuti pelatihan pengurusan orang sakit dan dasar-dasar pengurusan jenazah yang dipandu langsung oleh kepala sekolah bersama guru Pendidikan Agama Islam.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti simulasi sederhana tentang cara mendampingi orang sakit hingga praktik dasar pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.

Baca Juga:39 Tahun Wali Kota Tasikmalaya: Saatnya Menjawab Ekpektasi!Panas 43 Derajat Tak Surutkan Kekhusyukan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti arahan guru saat mempraktikkan tata cara membantu orang sakit berwudhu, tayamum, hingga simulasi salat jenazah.

Guru SD Islam Al Misbah, Titin Warkayatin SAg mengatakan, pelatihan tersebut sengaja diberikan untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian sosial sejak dini kepada anak-anak.

“Mengurusi dan mendampingi orang sakit, apalagi membantu menjalankan ibadahnya, merupakan bentuk pengabdian yang luar biasa. Dari situ anak-anak diajarkan rasa kasih sayang, empati, dan tanggung jawab terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siswa dikenalkan pada berbagai tindakan sederhana yang bisa dilakukan ketika ada anggota keluarga atau lingkungan sekitar yang sedang sakit.

Mulai dari membantu menyiapkan air wudhu di dekat tempat tidur, membantu tayamum, menjaga kebersihan, hingga membantu menyiapkan perlengkapan ibadah.

Menurutnya, pembelajaran seperti itu penting agar anak-anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang acuh terhadap kondisi di sekitarnya.

Selain memahami teori agama, siswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk membantu orang lain dalam situasi sulit.

Baca Juga:Dapur MBG dan Iuran yang Berbisik di Kabupaten Tasikmalaya!Rangkap Sopian!

Tidak hanya dibekali cara mendampingi orang sakit, siswa juga dikenalkan pada tata cara dasar pengurusan jenazah.

Materi tersebut diberikan untuk membantu anak memahami bahwa kematian merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan kesiapan mental dan pemahaman agama.

“Melalui pelatihan pengurusan jenazah, anak-anak diharapkan memahami bahwa kematian merupakan bagian alami dari kehidupan sehingga mereka tidak takut atau trauma ketika menghadapi musibah di lingkungan keluarganya,” katanya.

Dalam sesi praktik, siswa diperlihatkan tahapan dasar pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, hingga tata cara menyolatkan jenazah.

0 Komentar