Kawasan Rawan Longsor, Dua Rumah di Sukamaju Cihaurbeuti Ciamis Harus Direlokasi

Longsor ciamis
Tanah longsor menimpa rumah yang ada di Dusun Cibulakan RT 02/RW 01, Selasa (12/5/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID — Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (11/5/2026) pukul 22.00 WIB, mengakibatkan tiga dusun terdampak. Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah Dusun Cibulakan.

Akibat longsor tersebut, dua rumah warga tertimbun material tanah dan tidak lagi layak dihuni. Pemerintah desa bersama pemerintah daerah meminta warga terdampak untuk direlokasi karena lokasi lama dinilai masih sangat rawan terjadi longsor susulan.

Kondisi tebing di sekitar permukiman saat ini dinilai masih labil dan dipenuhi retakan tanah yang membahayakan keselamatan warga apabila kembali membangun rumah di lokasi yang sama.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

Kepala Desa Sukamaju, Dede Engkuh mengatakan, korban longsor hingga kini masih mengungsi karena rumah mereka hancur rata dengan tanah. Saat ini mereka menempati rumah warga yang sedang tidak dihuni.

“Warga masih mengungsi sebelum dibuatkan rumah. Kalau ada rumah bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya kepada Radar, Jumat (15/5/2026).

Menurut dia, pemerintah desa dan pemerintah daerah telah meminta warga untuk relokasi demi menghindari risiko bencana susulan.

“Pemerintah desa dan daerah pun meminta warga terdampak tanah longsor untuk relokasi. Karena tanah tebing masih labil bisa bahayakan jiwa kalau memaksa bangun di tempat yang sama,” ujarnya.

Dari dua rumah yang terdampak, baru satu kepala keluarga yang memiliki lahan untuk relokasi. Namun, dana pembangunan rumah masih belum mencukupi.

“Hal itu juga pemerintah desa, UPZ, BAZNAS, Bupati Ciamis juga sudah membantu akan tetapi memang belum cukup membangun dua rumah dan empat rumah direnovasi,” ujarnya.

Rencana lokasi relokasi berada sekitar 200 meter dari titik longsor atau di area yang lebih rendah dan dinilai aman dari ancaman tebing longsor. “Lokasinya aman dari tebing yang longsor,” katanya.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Selain kebutuhan hunian, para pengungsi masih membutuhkan bantuan logistik. Bantuan berupa sembako, pakaian, kasur, selimut, hingga peralatan dapur telah disalurkan oleh berbagai pihak.

“Dari Dinsos sudah memberi alat dapur, sembako, kasur, pakaian, dan lainnya,” ujarnya.

0 Komentar