CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis membuka Job Fair 2026 sebagai upaya memperluas akses kerja bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran terbuka yang mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan yang berlangsung di Islamic Center Ciamis pada Kamis-Jumat (4-5/6/2026) itu menyediakan 5.449 lowongan kerja dari 22 perusahaan.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis, Tedy Tresadi SE MM, mengatakan Job Fair 2026 digelar untuk memfasilitasi pencari kerja asal Kabupaten Ciamis agar dapat melamar pekerjaan secara gratis.
Ia menjelaskan, pada hari pertama pendaftaran dibuka pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, sedangkan hari kedua dibuka pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Baca Juga:Foto Perdana The Second Child Bikin Penasaran, Lim Soo Jung dan Park So Yi Terjebak Rahasia Kelam Masa LaluDPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 HijiriahÂ
“Selama dua hari kita menyediakan 22 perusahaan dengan menyediakan kuota pekerjaan 5.449 lowongan. Jumlah yang hadir hari ini pukul 10.30 WIB sudah sekitar 3.221 yang sudah melamar dan bisa bertambah terus hingga hari kedua, Jumat besok hingga pukul 11.00 WIB,” katanya kepada Radar, Kamis (4/6/2026).
Menurut Tedy, tingginya minat masyarakat mengikuti job fair diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran, terutama di tengah dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah perusahaan di Jawa Barat dan daerah lainnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 mencapai 4,08 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 3,37 persen.
“Diharapkan adanya Job Fair ini betul-betul untuk pengangguran bisa diserap, sehingga angka pengangguran bisa turun. Sebab tahun 2025 sudah ada kenaikan TPT, dari tahun sebelumnya, sesuai data dari BPS,” ujarnya.
Salah seorang pencari kerja, Manda (25), mengaku memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mencari peluang kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
“Sudah ada 10 perusahaan yang dilihat-lihat, akan tetapi saya baru satu perusahaan yang sudah melamarnya,” katanya.
Sebagai lulusan sarjana, Manda menilai kehadiran job fair sangat membantu para pencari kerja sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
“Bagus juga ada job fair ini, bisa mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Ia mengaku sebelumnya sempat merantau ke Jakarta karena peluang kerja di daerah dinilai masih terbatas.
