TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Siswa Madrasah Ibtidaiyah Alam Holistik Integratif (MI AHI) Muhammadiyah Cipedes, Kota Tasikmalaya tidak hanya belajar di ruang kelas.
Dalam project pembelajaran berbasis praktik yang dilaksanakan baru baru ini, mereka diajak terlibat langsung menanam, merawat, hingga memanen padi, kangkung, dan ikan nila di lingkungan sekolah.
Kegiatan panen perdana tersebut menjadi bagian dari program pembelajaran berbasis pengalaman yang diterapkan MI AHI di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipedes. Seluruh proses budidaya dilakukan langsung oleh para siswa mulai dari penyemaian benih, perawatan, pemupukan hingga masa panen.
Baca Juga:39 Tahun Wali Kota Tasikmalaya: Saatnya Menjawab Ekpektasi!Panas 43 Derajat Tak Surutkan Kekhusyukan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!
Ketua PCM Cipedes, Dr Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny SThI MAg mengatakan, metode pembelajaran tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui praktik di lapangan.
“Anak-anak bukan hanya belajar teori, tetapi dikenalkan langsung dengan pengalaman di lapangan. Mereka belajar mulai dari menyemai benih, merawat hingga memanen sendiri hasilnya. Ini bagian dari pembelajaran terintegrasi yang menyenangkan,” tuturnya.
Menurutnya, pembelajaran berbasis project membuat anak-anak lebih memahami pentingnya tanggung jawab, kerja sama, dan pengelolaan sumber pangan sejak usia dini.
Selain kegiatan panen, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Dapur Makanan Halalan Thayyiban (MHT) atau dapur sekolah.
Elfan menjelaskan, dapur sekolah nantinya akan menjadi fasilitas penunjang penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi siswa. Keberadaan dapur tersebut juga diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran karena bahan pangan yang digunakan berasal dari hasil project siswa sendiri.
“Mudah-mudahan dapur sekolah ini bisa berfungsi dengan baik. Sumber makanannya juga berasal dari hasil pembelajaran siswa sendiri. Anak-anak dikenalkan sejak dini bagaimana mengelola sumber pangan,” kata Elfan.
Ia menilai, Indonesia sebagai negara agraris membutuhkan generasi muda yang memahami pentingnya ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya pertanian secara modern. Karena itu, pihaknya ingin mengenalkan dunia pertanian dan pengelolaan pangan kepada anak-anak melalui metode belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Dapur MBG dan Iuran yang Berbisik di Kabupaten Tasikmalaya!Rangkap Sopian!
“Kami ingin anak-anak mengenal pengelolaan bahan pangan dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks. Harapannya akan lahir generasi petani modern yang mampu menghasilkan sumber pangan unggulan bangsa,” ujar dia.
