BANJAR, RADARTASIK.ID – SDN 1 Mekarsari Kota Banjar menggelar Samekar Fun Walk Fest, Rabu (13/5/2026), sebagai implementasi Partisipasi Semesta di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 1 Mekarsari Mariana Hesty mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, dunia usaha hingga komunitas.
Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan yang bermutu, karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Baca Juga:39 Tahun Wali Kota Tasikmalaya: Saatnya Menjawab Ekpektasi!Panas 43 Derajat Tak Surutkan Kekhusyukan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!
“Tujuannya untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif, sekaligus implementasi berbasis pengalaman dan deep learning (pendalaman),” ucapnya Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti siswa SDN 1 Mekarsari, tetapi juga melibatkan anak-anak TK dan PAUD di sekitar sekolah untuk ikut memeriahkan kegiatan Samekar.
Mariana menjelaskan, kegiatan itu juga menjadi bagian dari penerapan visi sekolah agar siswa lebih responsif, religius, sehat, proaktif, sinergis, dan eksploratif.
Selain itu, peserta didik diarahkan untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka di hadapan siswa lainnya.
“Kita ingin menunjukkan eksistensi sekolah yang selama ini masih minim, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi. Kegiatan ini juga implementasi catur pendidikan,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan orang tua siswa yang ikut berperan aktif dan memiliki rasa kepedulian terhadap sekolah.
Menurutnya, perkembangan anak tidak hanya dilihat dari sisi akademik, tetapi juga dari kenyamanan dan keterlibatan mereka selama berada di sekolah. Apalagi saat ini diterapkan sistem deep learning agar siswa mendapatkan pengalaman dan ilmu lebih banyak.
Baca Juga:Dapur MBG dan Iuran yang Berbisik di Kabupaten Tasikmalaya!Rangkap Sopian!
“Kita libatkan orang tua siswa dalam mengimplementasikan Partisipasi Semesta, karena pendidikan sekarang merupakan tanggung jawab bersama. Bukan sekolah saja, tapi peran orang tua juga,” ujarnya.
Pihak sekolah ingin mengubah paradigma bahwa pendidikan bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan ijazah, melainkan upaya membangun peradaban dan karakter peserta didik. (Anto Sugiarto)
