39 Tahun Wali Kota Tasikmalaya: Saatnya Menjawab Ekpektasi!

Wali kota tasikmalaya
Viman Alfarizi, Wali Kota Tasikmalaya.
0 Komentar

Tidak gaptek. Tidak terlalu birokratis. Tidak terlalu berjarak. Tetapi justru di situlah jebakannya.

Banyak pemimpin muda gagal bukan karena kurang pintar. Melainkan karena cara berpikirnya ternyata tua. Terlalu nyaman di balik meja. Terlalu sibuk seremoni. Terlalu takut mengambil keputusan.

Padahal umur 39 adalah waktu terbaik untuk membuat lompatan. Membangun reformasi birokrasi. Mempercepat digitalisasi layanan. Membuka investasi. Merapikan wajah kota. Menciptakan lapangan kerja. Bukan sekadar membangun tugu lalu difoto.

Bukan sekadar mengganti cat trotoar.

Baca Juga:Panas 43 Derajat Tak Surutkan Kekhusyukan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!Dapur MBG dan Iuran yang Berbisik di Kabupaten Tasikmalaya!

Sebab legacy seorang kepala daerah tidak diukur dari baliho ucapan selamat ulang tahun. Tetapi dari apakah warga merasakan hidupnya lebih baik.

Viman punya modal penting: usia produktif. Di umur 39, seorang pemimpin mestinya masih sering terlihat di lapangan. Rakyat suka pemimpin yang tampak.

Kalau muda tapi jarang muncul, warga cepat memberi label: “Masih muda kok malas.” Apalagi era sekarang adalah era digital.

Kepala daerah bukan hanya bekerja. Tetapi juga harus mampu menjelaskan pekerjaannya. Media sosial bukan lagi sekadar tempat pencitraan. Melainkan ruang transparansi. Ruang menerima kritik.

Ruang mendengar keluhan warga.

Usia 39 juga usia yang rawan. Rawan dianggap hanya simbol. Rawan dianggap sekadar dipajang. Karena itu seorang kepala daerah muda harus berani menunjukkan independensinya.

Kadang lewat keputusan yang tidak populer. Tetapi benar. Dan mungkin itu pula yang sedang diuji pada diri Viman. Apakah ia akan menjadi pemimpin muda yang hanya dikenang karena usia? Atau pemimpin yang meninggalkan arah baru bagi Kota Tasikmalaya?

Jawabannya tentu belum hari ini. Masa jabatan belum selesai. Tetapi satu hal pasti: Usia 39 adalah modal besar. Energi ada. Kesempatan ada. Waktu masih panjang.

Baca Juga:Rangkap Sopian!Diky Candra Jangan Sekadar Jaga Toko

Dan rakyat biasanya tidak terlalu peduli berapa umur wali kotanya. Rakyat hanya ingin satu hal: Kotanya bergerak maju. (red)

0 Komentar