Update Haji 2026: Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Arafah untuk Jemaah Haji Indonesia, Lansia Jadi Fokus

Update Haji 2026: Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Arafah untuk Jemaah Haji Indonesia
Update Haji 2026: Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Arafah untuk Jemaah Haji Indonesia, Lansia Jadi Fokus. Foto: MHC
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Fasilitas tenda, kamar mandi hingga penempatan lansia jadi fokus pengecekan jelang puncak ibadah haji di Arafah. Demikian salah satu update haji 2026.

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan tenda di kawasan Arafah yang akan digunakan jemaah haji Indonesia pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Peninjauan dilakukan di area tenda milik Syarikah Al Bait Guest atau Dhuyuf Al-Bait yang disiapkan untuk menampung sebagian jemaah asal Indonesia selama prosesi puncak haji berlangsung.

Baca Juga:Persija Takluk dari Persib, Fabio Calonego Soroti Penyelesaian Akhir Macan Kemayoran yang Gagal Jadi NagaLive Streaming Jadwal Moto3 Catalunya 2026, Veda Ega Pratama Incar Podium Kedua

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, menjelaskan tim telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas utama, mulai dari tenda, kamar mandi hingga area penunjang lainnya.

Dari hasil peninjauan, sebagian fasilitas diketahui masih berada dalam tahap penyelesaian.

“Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya,” ujar Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan kepada Media Center Haji (MCH), akhir pekan ini.

Namun pihak penyedia layanan disebut telah memastikan seluruh persiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.

Ian mengungkapkan setiap tenda berukuran sekitar 300 meter persegi akan diisi sebanyak 238 tempat tidur untuk para jemaah haji Indonesia.

Selain itu, setiap tenda nantinya akan dilengkapi informasi kapasitas, daftar kelompok terbang (kloter), serta identitas jemaah guna memudahkan proses penempatan selama berada di Arafah.

Menurut Ian, penempatan jemaah memungkinkan dilakukan secara campuran antar kloter mengingat jumlah jemaah setiap kelompok berbeda-beda, berkisar antara 360 hingga 390 orang.

Baca Juga:Soal Tax Amnesty Jilid II, Menkeu Purbaya Janji Tak Akan Periksa Ulang Aset yang Sudah DilaporkanIHSG Melemah di Sesi I Perdagangan 11 Mei 2026, Reliance Sekuritas Prediksi Tekanan Masih Berlanjut

Meski demikian, pihaknya memastikan posisi antar kloter tetap berdekatan, terutama untuk memudahkan jemaah lanjut usia.

Khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, fasilitas kamar mandi dan toilet disebut telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka agar lebih aman dan nyaman digunakan selama menjalani rangkaian ibadah.

Sementara untuk pasokan air, Ian menyebut aliran air sudah mulai berfungsi di beberapa titik meskipun distribusinya belum sepenuhnya merata di seluruh area tenda.

Ia menegaskan Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan bersama tim KUH dan Daerah Kerja (Daker) hingga hari pelaksanaan puncak haji guna memastikan seluruh hak dan kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.

0 Komentar