RADARTASIK.ID— Pergerakan IHSG kembali berada di zona merah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Setelah dibuka melemah tajam pada awal sesi, tekanan jual masih membayangi hingga penutupan perdagangan sesi pertama.
Berdasarkan pantauan perdagangan siang ini, IHSG ditutup melemah 79,12 poin atau turun 1,14 persen ke level 6.890,27.
Sebelumnya, indeks sempat dibuka anjlok 97,41 poin atau sekitar 1,40 persen ke posisi 6.871,99.
Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45.
Baca Juga:Veda Ega Pratama Bersinar di Moto3 Prancis 2026, Finis Keempat dan Curi Perhatian Fans MalaysiaHasil MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Sempurna di Le Mans, Aprilia Kuasai Podium Lewat Dominasi Spektakuler
Indeks yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi tersebut tercatat terkoreksi 10,87 poin atau turun 1,61 persen ke level 666,31 pada akhir sesi pertama perdagangan.
Reliance Sekuritas Prediksi IHSG Masih Berpotensi Melemah
Data teknikal dari PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menunjukkan pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan.
Direktur Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, menjelaskan bahwa candle terakhir IHSG masih membentuk pola black marubozu dan bergerak di bawah garis MA5 serta MA20.
Selain itu, indikator stochastic juga menunjukkan pola dead cross yang mengindikasikan tekanan bearish masih cukup kuat.
Menurut Reza, kondisi teknikal tersebut membuat pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih cenderung melemah.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada area support di level 6.877 dan resistance di kisaran 7.057 dengan kecenderungan tekanan jual yang masih dominan.
Empat Saham Rekomendasi Analis Hari Ini
Di tengah tekanan pasar, analis tetap menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dipantau investor.
Baca Juga:Thom Haye Bidik Persija Jakarta: Persib Fokus dan Akan Mengambil 3 Poin dalam El ClasicoPiala AFF U-19 2026: Nova Arianto Tak Gentar Hadapi Vietnam, Timnas Indonesia U-19 Siap Pertahankan Gelar
Empat saham yang masuk daftar rekomendasi hari ini antara lain BBRI, BDMN, MEDC, dan UNVR.
BBRI Masih Menarik di Atas MA5 dan MA20
Saham BBRI dinilai masih memiliki peluang penguatan karena pergerakan harga tetap berada di atas garis MA5 dan MA20.
Meski candle terakhir membentuk pola black inverted hammer, indikator MACD menunjukkan adanya akumulasi beli yang tercermin melalui histogram hijau serta pola golden cross.
Reliance Sekuritas merekomendasikan area entry di kisaran 3.220 hingga 3.300 dengan target harga mencapai 3.660.
BDMN Berpotensi Lanjut Menguat
Pergerakan BDMN juga dinilai positif setelah harga berhasil menembus MA5 dan bertahan di atas MA20.
Candle terakhir membentuk pola white spinning top yang sering dianggap sebagai sinyal reversal pattern.
