RADARTASIK.ID— Tampil impresif di lintasan basah Le Mans, Veda Ega Pratama menunjukkan kelasnya sebagai rising star Moto3 2026.
Performa konsisten pembalap Honda Team Asia itu bahkan memantik pujian dari fans Malaysia dan mulai dikaitkan dengan tim-tim besar.
Veda Ega Pratama kembali mengirim sinyal kuat bahwa Indonesia tengah memiliki calon bintang besar di pentas balap motor dunia.
Baca Juga:Hasil MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Sempurna di Le Mans, Aprilia Kuasai Podium Lewat Dominasi SpektakulerThom Haye Bidik Persija Jakarta: Persib Fokus dan Akan Mengambil 3 Poin dalam El Clasico
Pada seri Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, Minggu (10/5/2026), pembalap muda Honda Team Asia itu tampil impresif dengan finis di posisi keempat—hasil yang bukan hanya bernilai penting secara klasemen, tetapi juga mempertegas kualitasnya sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini.
Di tengah balapan yang berlangsung dramatis akibat trek basah dan licin, Veda justru tampil matang.
Saat banyak rider kesulitan menjaga ritme, pembalap asal Gunungkidul itu mampu menunjukkan ketenangan, agresivitas yang terukur, serta konsistensi yang membuatnya terus berada dalam persaingan barisan depan hingga garis finis.
Catatan tersebut terasa semakin spesial karena Veda mampu mengungguli pembalap Malaysia, Hakim Danish Ramli, yang harus puas menutup balapan di posisi ke-10.
Duel tak langsung dua talenta Asia Tenggara itu langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, terutama di kalangan penggemar balap Malaysia yang justru ramai memberikan apresiasi kepada performa rider Indonesia tersebut.
Banyak komentar menyebut Veda tampil jauh lebih siap menghadapi tantangan Le Mans, khususnya saat menaklukkan kondisi lintasan basah yang notoriously sulit.
Sejumlah penggemar bahkan menilai kemampuan adaptasi Veda di trek licin menjadi bukti kematangan teknik balap yang berkembang pesat.
Baca Juga:Piala AFF U-19 2026: Nova Arianto Tak Gentar Hadapi Vietnam, Timnas Indonesia U-19 Siap Pertahankan GelarHaji 2026 Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Umat, UMKM Indonesia Bidik Dampak Multiplier Effect Triliunan Rupiah
Di jagat media sosial, pujian terus mengalir. Sejumlah fans Malaysia menilai bila performa seperti ini mampu dipertahankan, Veda berpeluang besar menarik perhatian tim papan atas Moto3.
Ada pandangan yang menyebut pembalap 17 tahun itu memiliki paket lengkap untuk menembus tim elite seperti Aspar Team atau bahkan KTM Factory Racing di masa mendatang.
Tak sedikit pula yang memuji mentalitas balap Veda.
Ia dinilai berani mengambil keputusan di momen krusial, agresif ketika melihat celah, namun tetap memiliki kontrol yang baik sepanjang lomba—kombinasi karakter yang identik dengan pembalap top di kelas ringan.
