Ultras AC Milan Sebut Cardinale Penghisap Darah, Ibrahimovic Tukang Sabotase

ultras AC Milan
Graffti ultras AC Milan yang ditujukan kepada pemilik klub Gerry Cardinale di sekitar Stadion San Siro. Foto: Tangkapan layar X
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Krisis yang melanda AC Milan semakin memanas dan kemarahan suporter Rossoneri kini tidak lagi hanya terlihat di media sosial atau forum diskusi.

Ultras AC Milan bahkan memasang spanduk dan graffti bernada keras yang ditujukan kepada pemilik klub Gerry Cardinale serta penasihat senior Zlatan Ibrahimovic di sekitar Stadion San Siro.

Situasi ini terjadi setelah musim yang berakhir dengan kekecewaan besar. AC Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions usai menelan kekalahan pada laga terakhir musim ini.

Baca Juga:Media Italia: Leao, Maignan, Modric dan Rabiot Ingin Tinggalkan AC MilanInter Milan Tawar Marco Palestra Rp900 Miliar, Atalanta Masih Jual Mahal

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi klub yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menargetkan tempat di kompetisi elite Eropa.

Tak lama setelah kegagalan itu, RedBird Capital yang dipimpin Gerry Cardinale mengambil langkah drastis.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, sejumlah figur penting klub diberhentikan sekaligus sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.

Perombakan tersebut membuat AC Milan kehilangan beberapa sosok penting dalam manajemen dan tim teknis.

Di tengah gelombang perubahan itu, satu nama tetap bertahan, yakni Zlatan Ibrahimovic yang kini dipercaya sebagai penasihat khusus RedBird dan disebut memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah baru klub.

Alih-alih meredakan kemarahan suporter, langkah tersebut justru memicu reaksi yang lebih keras.

Kelompok ultras Milan menilai masalah klub jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian beberapa pejabat dan pelatih.

Baca Juga:AC Milan Terancam Eksodus Massal, Virdis Tuding Cardinale Buat Rossoneri Kehilangan Identitas KlubLegenda AC Milan Sindir Ibrahimovic: Orang yang Mengaku Tuhan Lebih Rendah dari Malaikat

Mereka bahkan menuntut perubahan total, termasuk mendesak Gerry Cardinale untuk menjual AC Milan kepada pemilik baru yang dinilai lebih memahami sejarah dan identitas klub.

Pada Selasa pagi waktu setempat, sejumlah grafiti dan spanduk baru kembali muncul di sekitar San Siro. Pesan yang ditampilkan sangat jelas dan tidak menyisakan ruang untuk interpretasi lain.

“Cardinale Bloodsucker” atau “Cardinale Penghisap Darah” menjadi salah satu tulisan yang paling mencolok.

Ada pula pesan lain bertuliskan “Cardinale Go Home” yang secara langsung meminta sang pemilik meninggalkan klub.

Menariknya, kedua slogan tersebut ditulis dalam bahasa Inggris, seolah ditujukan langsung kepada pemilik asal Amerika Serikat itu.

Sementara itu, kemarahan terhadap Zlatan Ibrahimovic juga semakin terlihat.

0 Komentar