Beberapa spanduk menyebut legenda Swedia tersebut sebagai “Ibra Saboteur” atau “Ibra Tukang Sabotase”, disertai seruan agar ia segera meninggalkan Milan.
Bahkan ada tulisan lain yang berbunyi, “Keluarkan orang-orang ini dari Milan kami,” sebagai bentuk penolakan terhadap figur-figur yang dianggap bertanggung jawab atas kemunduran klub.
Tidak hanya Cardinale dan Ibrahimovic yang menjadi sasaran. Jovan Kirovski, sosok yang bertanggung jawab atas akademi dan proyek Milan Futuro, juga mendapat kritik tajam.
Baca Juga:Media Italia: Leao, Maignan, Modric dan Rabiot Ingin Tinggalkan AC MilanInter Milan Tawar Marco Palestra Rp900 Miliar, Atalanta Masih Jual Mahal
Suporter menyoroti kegagalan Milan Futuro yang terdegradasi dari Serie C ke kompetisi semi-profesional. Salah satu spanduk secara tegas bertuliskan, “Kirovski amatir, mundur sekarang juga.”
Gelombang protes ini memperlihatkan semakin lebarnya jurang antara manajemen klub dan basis pendukung Milan.
Banyak suporter merasa bahwa Rossoneri perlahan kehilangan identitas yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan mereka.
Pandangan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh legenda AC Milan, Pietro Paolo Virdis.
Mantan striker yang pernah mempersembahkan gelar Serie A dan Liga Champions itu menilai Milan saat ini telah kehilangan semangat, gairah, dan kebersamaan yang dahulu menjadi fondasi kesuksesan klub.
Dalam unggahan emosional di Instagram, Virdis menyebut bahwa para petinggi Milan era Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani tidak hanya berinvestasi dengan uang, tetapi juga dengan hati dan kecintaan terhadap klub.
Ia kemudian melontarkan sindiran yang diyakini banyak pihak ditujukan kepada Ibrahimovic.
Baca Juga:AC Milan Terancam Eksodus Massal, Virdis Tuding Cardinale Buat Rossoneri Kehilangan Identitas KlubLegenda AC Milan Sindir Ibrahimovic: Orang yang Mengaku Tuhan Lebih Rendah dari Malaikat
“Sedikit demi sedikit mereka mematikan semuanya. Spanduk dihilangkan, harga dinaikkan, keputusan-keputusan yang meragukan. Dan mereka yang mengaku sebagai Tuhan mungkin nilainya bahkan lebih rendah daripada malaikat biasa,” tulis Virdis.
Sindiran tersebut langsung menjadi perhatian publik Italia mengingat Ibrahimovic selama bertahun-tahun dikenal dengan berbagai pernyataan kontroversial yang menggambarkan dirinya sebagai sosok luar biasa, bahkan kerap menyebut dirinya sebagai “dewa” dalam dunia sepak bola.
Kini tekanan terhadap Cardinale dan Ibrahimovic semakin besar.
Di tengah ancaman eksodus pemain bintang seperti Rafael Leao, Mike Maignan, Adrien Rabiot, dan Luka Modric, manajemen Milan menghadapi tantangan berat untuk mengembalikan kepercayaan suporter.
Jika tidak segera menemukan solusi yang tepat, bukan hanya prestasi yang terancam, tetapi juga hubungan antara klub dan para pendukung setianya yang selama ini menjadi salah satu kekuatan terbesar AC Milan.
