PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar terus dilakukan. Forum Kelompok Kerja Guru Kelas (FKKGK) bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Parigi menggelar Sosialisasi Inovasi Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar: Local Instruction Theory (LIT) Berbasis RADEC di SDN 1 Karangjaladri, Sabtu (30/5/2026).Kegiatan tersebut diikuti guru kelas perwakilan dari 35 sekolah dasar se-Kecamatan Parigi. Hadir pula Korwil Pendidikan Kecamatan Parigi, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, pengawas sekolah, serta jajaran K3S Kecamatan Parigi.Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran IPA yang inovatif dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Salah satu fokus utama yang diperkenalkan adalah penerapan Local Instruction Theory (LIT) berbasis model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create).Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dasar dan pembelajaran IPA.Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. päd. H. Wahyu Sopandi, menjelaskan implementasi model pembelajaran RADEC di sekolah dasar. Menurutnya, model ini mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.“RADEC dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami, mendiskusikan, menjelaskan, hingga menciptakan gagasan baru berdasarkan konsep yang dipelajari,” paparnya.Materi berikutnya disampaikan Dr. Ghullam Hamdu mengenai asesmen autentik dan penguasaan konsep IPA. Ia menekankan pentingnya sistem penilaian yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses belajar, keterampilan, serta kemampuan peserta didik dalam menerapkan ilmu pengetahuan pada kehidupan sehari-hari.Sementara itu, Ade Yulianto memaparkan strategi melatih keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir sistem melalui penerapan LIT berbasis RADEC. Menurutnya, pembelajaran IPA perlu dirancang secara sistematis agar siswa mampu memahami keterkaitan berbagai fenomena dan menyelesaikan persoalan secara komprehensif.Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Guru-guru aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali berbagai praktik pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kompetensi guru menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang. Ke depan, FKKGK dan K3S Kecamatan Parigi berencana menggelar workshop lanjutan serta program pendampingan implementasi pembelajaran RADEC di sekolah dasar.Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran IPA yang tidak hanya meningkatkan penguasaan konsep, tetapi juga membentuk keterampilan proses sains, kemampuan berpikir sistem, serta karakter peserta didik yang adaptif dan kreatif sesuai kebutuhan abad ke-21.(rls/Firgiawan)
Guru SD di Parigi Dibekali Inovasi Pembelajaran IPA Berbasis RADEC
