TAMANSARI, RADARTASIK.ID– Kemarau panjang mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Sejumlah tanaman padi milik petani mengalami kekeringan hingga puso karena tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.
Kondisi tersebut membuat petani terancam mengalami kerugian jutaan rupiah. Tanaman padi yang sebelumnya diharapkan dapat dipanen justru mengering sebelum memasuki masa panen.
Di tengah kondisi tersebut, para petani kini hanya bisa pasrah sembari menunggu hujan kembali turun. Pasalnya, sumber air yang selama ini diandalkan untuk mengairi sawah mulai mengering.
Baca Juga:Beringin Tasikmalaya Mencari Pewaris!Jejak Panjang Nandang Suryana!
Salah seorang petani, Yamin (45), mengatakan tanaman padi miliknya yang terdampak kekeringan mencapai lebih dari 400 bata. Menurutnya, kondisi tanaman saat ini sudah sangat parah dan tidak memungkinkan untuk diselamatkan maupun dipanen.
“Ada 400 bata ini sudah tidak bisa dipanen. Karena sudah mengering,” kata Yamin, Senin (9/8/2026).
Ia mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp4 juta hanya untuk biaya mengolah dan menanam lahan tersebut. Modal yang telah dikeluarkan dipastikan tidak dapat kembali karena tanaman padi gagal dipanen.
“Betul rugi, Pak. Tanaman padi saat ini sudah tidak bisa diharapkan. Mudah-mudahan saat menanam nanti masih ada modal, karena untuk masa tanam sekarang ini tidak mungkin kembali modal,” ujarnya.
Yamin menjelaskan, kemarau panjang tidak hanya membuat tanaman padi mengering. Kondisi tersebut juga menyebabkan sumber-sumber air yang biasa digunakan petani ikut menyusut bahkan mengering.
Sementara itu, saluran irigasi yang seharusnya menjadi salah satu tumpuan petani ketika musim kemarau hingga kini belum dapat berfungsi secara maksimal.
“Sumur air pun tidak ada karena kering. Harapan satu-satunya saluran irigasi, tapi sampai sekarang belum bisa jalan. Padahal kebutuhan air itu justru saat musim kemarau, bukan saat musim hujan,” katanya.
Baca Juga:KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah AdaNORMA NETIZEN!
Menurut Yamin, keberadaan irigasi sangat penting bagi keberlangsungan pertanian. Sebab, ketika hujan tidak turun dalam waktu cukup lama, petani tidak memiliki sumber air alternatif untuk menyelamatkan tanaman.
“Ada irigasi belum jalan, padahal itu menjadi harapan kami ketika musim kemarau,” ucapnya.
