RADARTASIK.ID— Dominasi permainan dinilai belum cukup, Persija Jakarta pulang tanpa poin dari duel panas kontra Persib Bandung setelah Persib takluk dari Persib Bandung.
Kekalahan menyakitkan harus diterima Persija Jakarta usai tumbang 1-2 dari Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi yang berlangsung di Stadion Segiri, Minggu, 10 Mei 2026.
Hasil tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi gelandang Persija, Fabio Calonego, yang merasa timnya sudah tampil maksimal sepanjang pertandingan.
Macan Kemayoran sebenarnya memulai laga dengan cukup meyakinkan.
Baca Juga:Live Streaming Jadwal Moto3 Catalunya 2026, Veda Ega Pratama Incar Podium KeduaSoal Tax Amnesty Jilid II, Menkeu Purbaya Janji Tak Akan Periksa Ulang Aset yang Sudah Dilaporkan
Tim ibu kota sukses membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-20 melalui gol Alaaeddine Ajaraie.
Namun momentum pertandingan berubah drastis menjelang turun minum setelah Adam Alis mencetak dua gol yang membawa Persib berbalik unggul.
Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih agresif demi memburu gol penyama kedudukan.
Tekanan demi tekanan terus diarahkan ke lini pertahanan Persib. Meski mampu menciptakan banyak peluang, buruknya efektivitas penyelesaian akhir membuat usaha Persija belum membuahkan hasil.
Fabio Calonego menilai timnya sebenarnya mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Pandangan tersebut disebut sejalan dengan penilaian pelatih Mauricio Souza yang merasa Persija tampil lebih dominan dibanding lawannya.
Menurut Calonego, sepak bola kerap menghadirkan hasil yang tidak selalu mencerminkan performa di lapangan.
Ia menilai tim yang bermain lebih baik pun tidak selalu keluar sebagai pemenang.
Baca Juga:IHSG Melemah di Sesi I Perdagangan 11 Mei 2026, Reliance Sekuritas Prediksi Tekanan Masih BerlanjutVeda Ega Pratama Bersinar di Moto3 Prancis 2026, Finis Keempat dan Curi Perhatian Fans Malaysia
Pemain berusia 28 tahun itu juga menyoroti persoalan efektivitas lini depan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Persija.
Dari total 19 tembakan yang dilepaskan sepanjang pertandingan, hanya satu peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
“Dari dalam lapangan saya memiliki pandangan yang sama (dengan pelatih), bahwa kami bermain lebih baik. Namun, itulah sepak bola. Dalam sepak bola, tim yang lebih baik tidak selalu menang,” ujar Fabio Calonego.
Situasi tersebut dinilai menjadi faktor utama kegagalan Persija membawa pulang poin dari laga klasik penuh gengsi tersebut.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Calonego meminta seluruh pemain tetap menjaga mentalitas dan fokus menghadapi sisa pertandingan musim ini.
Ia menegaskan tim harus segera bangkit, bekerja lebih keras, dan melanjutkan perjuangan di kompetisi demi memperbaiki posisi di klasemen.
