TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah yang kembali menggunung di sejumlah titik Kota Tasikmalaya akhirnya direspons Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.
DLH mengakui adanya kendala armada tua dan tingginya volume sampah domestik yang membuat penanganan di lapangan sempat tersendat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan dengan mengerahkan armada dan personel, termasuk kerja lembur hingga penggunaan alat berat untuk mempercepat pengangkutan.
Baca Juga:Pedagang Protes Retribusi Naik, Pemkot Tasikmalaya Singgung Kios IlegalForum Kamtibmas Tuai Apresiasi dan Catatan Kritis, Ruang Kritik Jangan Sampai Dipersempit
“Kita optimalkan armada dan personel. Ada pekerjaan khusus dengan lembur dan penggunaan alat berat supaya penanganan sampah lebih cepat,” ujar Fery kepada Radar, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, ada empat titik yang mendapat penanganan khusus karena volume sampah meningkat drastis dan sempat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Empat lokasi tersebut yakni Depo Pasar Lama, Depo Dadaha, Depo Pasar Cikurubuk dan Jalan SL Tobing dekat Hotel Borobudur.
Fery mengakui, dalam dua pekan terakhir kondisi penumpukan sampah memang berbeda dibanding sebelumnya.
Bahkan di beberapa titik, sampah sempat meluber hingga mengganggu akses jalan.
“Kalau sebelumnya aman, sekarang memang baru terjadi penumpukan seperti ini. Tapi kita kerahkan 10 aramada dan satu alat berat,” katanya.
Ia menjelaskan, kendala utama di lapangan berasal dari kondisi armada pengangkut yang sudah tua dan sebagian sedang menjalani perbaikan.
Baca Juga:Sampah Terus Menggunung, Tasikmalaya Bisa Jadi Kota Terkotor se-ASEAN287 Rekomendasi DPRD untuk Pemkot Tasikmalaya, Evaluasi LKPJ Jangan Sekadar Formalitas
Di sisi lain, volume sampah rumah tangga terus tinggi, terutama sampah domestik organik dan anorganik.
Meski demikian, Fery menegaskan peningkatan volume sampah saat ini tidak sampai melonjak 100 persen.
Menurutnya, lonjakan signifikan justru terjadi saat momentum Ramadan dan Lebaran lalu.
“Mungkin ada pengaruh juga karena beberapa hari ini ada cuti bersama dan libur panjang, tapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Untuk penanganan di Pasar Cikurubuk, DLH menargetkan proses pembersihan rampung paling lambat besok sehingga akses jalan kembali normal dan bisa dilalui masyarakat.
“Insya Allah maksimal besok akses jalan sudah bisa dibuka kembali,” katanya.
Sebelumnya, persoalan sampah di Kota Tasikmalaya menuai kritik tajam dari Pemerhati Masalah Sosial Kota Tasikmalaya Ade Ruhimat.
