Forum Kamtibmas Tuai Apresiasi dan Catatan Kritis, Ruang Kritik Jangan Sampai Dipersempit

silaturahmi kamtibmas mahasiswa Tasikmalaya
Suasana Forum Silaturahmi Kamtibmas yang digelar Polres Tasikmalaya Kota di Graha Asri, Senin (11/5/2026). Taufiq Zidan / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Forum Silaturahmi Kamtibmas yang digelar Polres Tasikmalaya Kota bersama elemen mahasiswa se-Kota Tasikmalaya di Graha Asri, Senin (11/5/2026), menuai apresiasi sekaligus catatan kritis.

Di tengah ajakan menjaga kondusivitas daerah, mahasiswa mengingatkan agar ruang kritik jangan sampai dipersempit hanya demi wajah kota tetap manis di permukaan.

Kegiatan yang menghadirkan Prof Hermawan Sulistyo M.A., Ph.D., APU itu dihadiri jajaran mahasiswa, akademisi hingga Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra.

Baca Juga:Sampah Terus Menggunung, Tasikmalaya Bisa Jadi Kota Terkotor se-ASEAN287 Rekomendasi DPRD untuk Pemkot Tasikmalaya, Evaluasi LKPJ Jangan Sekadar Formalitas

Forum tersebut membahas peran mahasiswa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ketua BEM Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, Abdan Syakuro menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah positif karena aparat penegak hukum dinilai mulai membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa.

“Kami cukup bangga bagaimana APH bisa merangkul mahasiswa untuk melestarikan keamanan dan kenyamanan di Kota Tasikmalaya,” ujarnya kepada Radar.

Namun demikian, dia menilai forum diskusi belum berjalan maksimal. Keterbatasan waktu membuat ruang tanya jawab dan pendalaman materi terasa sempit.

Padahal, menurutnya, mahasiswa membutuhkan ruang dialektika yang lebih tajam, bukan sekadar seremonial yang cepat selesai lalu foto bersama.

“Diskusinya kurang terbangun. Pertanyaan dan penyampaian pendapat dibatasi karena waktu,” katanya.

Abdan menegaskan mahasiswa tetap membutuhkan pegangan hukum dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Baca Juga:Prof Aripin Resmi Jadi Calon Rektor Baru Unsil, Terpilih Secara MufakatKonvoi Persib di Tasikmalaya Berujung Pembinaan, Belasan Remaja Diamankan Polisi

Menurutnya, pembahasan soal penyampaian pendapat di muka umum menjadi penting agar gerakan mahasiswa tetap berada di koridor hukum tanpa kehilangan daya kritisnya.

Dia juga memastikan kegiatan seperti ini tidak akan mematikan sikap kritis mahasiswa.

Justru, menurutnya, materi yang disampaikan pemateri menjadi bahan kajian ulang terhadap berbagai persoalan di Kota Tasikmalaya maupun nasional.

Senada, Ketua BEM Unitas, Cahya Ramdani mengapresiasi langkah Kapolres Tasikmalaya Kota yang menggelar silaturahmi dengan mahasiswa.

Namun dia mengaku kurang puas terhadap sebagian materi yang disampaikan.

Menurutnya, ada narasi yang terkesan menggiring mahasiswa agar tidak terlalu mengedepankan aksi demonstrasi dan cukup menyampaikan kritik melalui media sosial atau media massa.

Hal itu dinilai berpotensi menjadi intervensi halus terhadap gerakan mahasiswa.

0 Komentar