RADARTASIK.ID – Pariwisata Indonesia menunjukkan dinamika menarik pada April 2026.
Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa, 2 Juni 2026, mengungkap adanya kenaikan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Namun di sisi lain perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan nasional (wisnas) justru mengalami penurunan.
Tren ini memberikan gambaran kompleks tentang mobilitas masyarakat dan minat wisata global terhadap Indonesia.
Baca Juga:GTS Internasional Tbk Catat Rugi Bersih US$0,9 Juta di Kuartal Pertama 2026, Margin Kotor Jadi SorotanInvestor Siap-siap! MAIN Bagikan Dividen Rp 116 Miliar, Cum Dividen 5 Juni 2026
Kunjungan Wisman Menguat
Pada April 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat mencapai 1,25 juta orang, naik 14,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 7,22 persen lebih tinggi dibandingkan April 2025.
Wisman dari Malaysia mendominasi kunjungan dengan porsi 16,65 persen, diikuti Australia 12,65 persen, dan Tiongkok 10,73 persen.
Tren ini menunjukkan daya tarik Indonesia tetap kuat bagi wisatawan regional maupun internasional.
Peningkatan wisman turut berdampak pada sektor perhotelan bintang.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mencapai 48,83 persen, naik 1,85 poin dibanding tahun sebelumnya dan 6,05 poin dibanding bulan Maret 2026.
Rata-rata lama menginap wisatawan juga sedikit meningkat menjadi 1,63 malam.
Wisnus dan Wisnas Turun
Meski wisman naik, perjalanan wisatawan domestik justru menurun drastis.
Jumlah perjalanan wisnus pada April 2026 tercatat 97,55 juta, turun 22,79 persen dari Maret 2026 dan 24,14 persen dibanding tahun lalu.
Secara kumulatif dari Januari hingga April, perjalanan wisnus tetap tumbuh tipis 1,48 persen dibanding periode yang sama 2025, menandakan tren musiman dan fluktuasi mobilitas masyarakat lokal.
Baca Juga:Presiden Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Jadi PenggantiMSTI Bagikan Dividen Final Rp 106 Per Saham, Yield Sentuh 7,7 Persen Ditopang Aksi Saham Terbaru
Wisnas—warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri—juga mengalami penurunan signifikan.
Total perjalanan mencapai 643,66 ribu, turun 18,85 persen dibanding bulan sebelumnya dan 30,54 persen dari April 2025.
Malaysia menjadi tujuan favorit, dipilih 29,74 persen wisatawan Indonesia, disusul Singapura 13,32 persen, Arab Saudi 11,76 persen, dan Tiongkok 10,92 persen.
TPK Hotel Nonbintang dan Tren Akomodasi Lain
Sementara itu, akomodasi nonbintang menunjukkan pola berbeda.
TPK hotel nonbintang mencapai 24,96 persen, sedikit menurun 0,79 poin dibanding April 2025, namun naik 1,49 poin dari bulan sebelumnya.
Tren ini menandakan wisatawan lokal maupun mancanegara tetap mencari alternatif penginapan selain hotel bintang, baik dari segi harga maupun pengalaman yang lebih fleksibel.
April Penuh Kontradiksi
April 2026 menjadi bulan yang penuh kontradiksi bagi pariwisata Indonesia: meningkatnya wisman menguatkan sektor pariwisata internasional, namun penurunan perjalanan wisnus dan wisnas menunjukkan tantangan mobilitas domestik.
