RADARTASIK.ID – Masa depan AC Milan diyakini tidak hanya bergantung pada siapa yang akan menjadi pelatih atau direktur olahraga baru.
Di tengah kekacauan yang melanda Rossoneri setelah gagal lolos ke Liga Champions dan terjadinya perombakan besar-besaran di jajaran klub, satu pertanyaan justru menjadi perhatian utama media Italia: seberapa besar kekuasaan Zlatan Ibrahimovic di AC Milan?
Laporan Calciomercato menyebut bahwa pertarungan internal mengenai arah proyek baru Rossoneri pada akhirnya bisa menjadi penentu apakah Ibrahimovic benar-benar merupakan sosok paling berpengaruh di klub atau hanya sekadar penasihat bagi pemilik RedBird Capital, Gerry Cardinale.
Baca Juga:Donyell Malen Senjata AS Roma Datangkan Julian Brandt, Inter Tolak Tawaran Rekrut Alaba dan Harry MaguireAllegri Disarankan Gembosi AC Milan: Tukar Adrien Rabiot dengan Kevin De Bruyne
Nama mantan striker Swedia itu terus menjadi pusat perhatian setelah keputusan mengejutkan yang mengguncang Milan.
Dalam waktu singkat, Massimiliano Allegri harus meninggalkan kursi pelatih, disusul direktur olahraga Igli Tare, direktur teknik Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani.
Perombakan tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan siapa sebenarnya yang mengendalikan keputusan-keputusan penting di Milan saat ini.
Secara resmi, Ibrahimovic tidak tercantum dalam struktur organisasi AC Milan sebagai direktur atau eksekutif klub.
Selama ini, RedBird hanya menyebutnya sebagai penasihat senior yang bekerja sangat dekat dengan Cardinale dalam berbagai keputusan terkait sepak bola.
Namun berbagai laporan media Italia menunjukkan bahwa pengaruh Ibrahimovic jauh lebih besar dibandingkan jabatan formal yang dimilikinya.
Musim lalu, saat Milan masih ditangani Paulo Fonseca sebelum kemudian digantikan Sergio Conceicao, Ibrahimovic beberapa kali tampil dalam konferensi pers dan wawancara resmi klub.
Baca Juga:Spalletti Minta Juventus Rekrut Brahim DiazUltras AC Milan Sebut Cardinale Penghisap Darah, Ibrahimovic Tukang Sabotase
Bahkan ia sempat menyebut dirinya sebagai “bos” AC Milan, sebuah pernyataan yang memicu banyak perdebatan.
Meski pada musim yang baru berakhir ia lebih jarang tampil di depan publik, perannya di balik layar justru diyakini semakin besar.
Menurut sejumlah laporan, Ibrahimovic memainkan peran penting dalam keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Allegri karena hubungan keduanya disebut tidak pernah benar-benar harmonis.
Bahkan media Italia mengungkap adanya dugaan campur tangan Ibrahimovic dalam urusan ruang ganti saat Milan tengah berjuang mengamankan tiket Liga Champions.
Beberapa panggilan telepon kepada tokoh-tokoh penting di dalam tim disebut menjadi salah satu sumber ketegangan internal.
