TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wali Kota Tasikmalaya mendatangi masing-masing lembaga yang melaksanakan Program TK Negeri Rakyat di enam titik, Kamis (6/8/2026). Monitoring dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera berjalan optimal sekaligus tepat sasaran.
Didampingi Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, rombongan mengunjungi TK Pertiwi, TK Aisyiyah Cisalak Benda, TK Pelita, TK At-Taqwa, TK Dewi Sartika, serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tamansari. Dalam kunjungan tersebut, wali kota berdialog dengan guru, kepala sekolah, orang tua, hingga berinteraksi langsung dengan peserta didik.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan, pendidikan usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan belajar, dan kepercayaan diri anak. Karena itu, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Baca Juga:Digitalisasi Parkir Kota Tasikmalaya Baru Sebatas Mimpi, Vendor: Jangan Dipaksa SeragamPolemik Harim Laut Pantai Madasari Pangandaran Masih Menggantung, Klaim Kepemilikan Belum Disertai Sertifikat
“Melalui Program TK Negeri Rakyat, kami ingin memastikan seluruh anak, khususnya dari keluarga prasejahtera, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Program TK Negeri Rakyat merupakan bagian dari program prioritas Tasik Pintar yang dijalankan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan. Program ini menjadi inovasi layanan Posyandu Istimewa Bidang Pendidikan dengan sasaran anak usia 5-6 tahun dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2.
Pada tahap awal, sebanyak 850 anak menjadi penerima manfaat yang tersebar di sejumlah taman kanak-kanak di Kota Tasikmalaya. “Pemerintah Kota Tasikmalaya menanggung seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik, mulai dari biaya sekolah, seragam, tas, sepatu, hingga dukungan operasional bagi sekolah penyelenggara,” rinci Viman.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Rojab Riswan, menjelaskan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh komponen program berjalan sesuai perencanaan, mulai dari kesiapan tenaga pendidik, proses pembelajaran, hingga pemenuhan hak peserta didik. “Masukan dari guru maupun orang tua akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program ini semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr Elvira Kamarrow Putri menuturkan, selain memperluas akses pendidikan anak usia dini, program tersebut juga mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus menjadi salah satu upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) pada kelompok usia 5-6 tahun.
