TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kebakaran hebat yang diduga dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik menghanguskan permukiman warga di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.
Sebanyak 11 rumah warga dan satu bangunan MTs Al-Hidayah Satron terdampak dalam peristiwa tersebut dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Berdasarkan hasil pendataan Tagana bersama Dinas Pemadam Kebakaran, kebakaran mengakibatkan 12 bangunan terdampak yang terdiri atas 11 unit rumah dan satu bangunan sekolah MTs Al-Hidayah Satron.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
Rinciannya, enam rumah mengalami kerusakan berat hingga terbakar 100 persen, dua rumah rusak sedang, tiga rumah rusak ringan, serta satu bangunan MTs Al-Hidayah Satron mengalami kerusakan sedang.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.
“Peristiwa kebakaran ini menghanguskan sejumlah bangunan dan berdampak luas bagi warga setempat. Api muncul diduga karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik dari salah satu rumah warga,” terang Jembar.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, titik awal api diduga berasal dari rumah Ketua RT Kampung Satron, Yana.
Menurut Jembar, api yang muncul dari rumah tersebut dengan cepat membesar dan menghasilkan kepulan asap. Tiupan angin yang cukup kencang saat kejadian membuat kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya.
“Sehingga membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan-bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Termasuk terdampak terhadap satu bangunan sekolah MTS Al-Hidayah di Kampung Satron,” jelas Jembar.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim gabungan yang terdiri atas TAGANA, Damkar, BPBD, Polsek, Koramil, serta warga setempat langsung melakukan upaya pemadaman.
Baca Juga:Deru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke LampungLangkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD Tasikmalaya
“Proses pemadaman sempat menghadapi kendala di lapangan, di antaranya sulitnya akses sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran,” paparnya.
Meski menghadapi kendala, proses pemadaman akhirnya berhasil dilakukan setelah petugas dan warga berjibaku selama kurang lebih lima jam.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.
