Disebut Pembawa Sial, Nesta Sakit Hati dengan Ucapan Materazzi

Alessandro Nesta
Alessandro Nesta Tangkapan layar Instagram@acmonza
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Ketegangan kecil muncul di antara dua legenda sepak bola Italia, Alessandro Nesta dan Marco Materazzi.

Keduanya merupakan bagian dari skuad timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia FIFA 2006, namun baru-baru ini terlibat adu pernyataan yang memunculkan polemik ringan.

Persoalan ini bermula dari komentar Materazzi dalam sebuah wawancara bersama DAZN.

Baca Juga:Jurnalis Italia Ungkap Alasan Perez Inginkan Jose Mourinho: Real Madrid Bukan Orkestra SovietJose Mourinho: Jangan Pernah Menyalahkan Fans AS Roma Jika Tim Tidak Menang

Mantan bek Inter Milan itu menyinggung soal cedera yang kerap dialami Nesta saat membela timnas Italia di berbagai turnamen besar.

“Saya tidak ada hubungannya dengan ‘kesialan’ Nesta. Karena ada anggapan seperti itu, mungkin dia juga berpikir demikian… tapi saya tidak ada di sana pada 1998 dan 2002 ketika dia cedera,” ujar Materazzi.

Pernyataan tersebut merujuk pada riwayat cedera Nesta di ajang Piala Dunia FIFA 1998 dan Piala Dunia FIFA 2002, yang membuatnya harus absen dalam beberapa pertandingan penting.

Situasi serupa kembali terjadi pada 2006, ketika Nesta mengalami cedera saat laga melawan Republik Ceko.

Cedera itu menjadi titik balik bagi Materazzi. Ia masuk menggantikan Nesta dan kemudian menjadi starter di lini belakang bersama Fabio Cannavaro.

Dari sana, Materazzi memainkan peran krusial hingga Italia akhirnya keluar sebagai juara dunia.

Bagi Materazzi, pernyataan tersebut dimaksudkan sebagai candaan ringan.

Namun, respons berbeda datang dari Nesta. Mantan bek AC Milan dan Lazio itu mengaku merasa tersinggung dengan komentar tersebut.

Baca Juga:Fofana dan Loftus-Cheek Korban Pertama Revolusi Lini Tengah AC MilanArsenal Tak Pernah Kalah di Liga Champions, Simeone Janjikan Malam Fantastis di London

Dalam wawancara terpisah, Nesta menjelaskan bahwa ia sempat melihat cuplikan podcast Materazzi dan tidak menyangka sahabatnya itu memiliki pemikiran demikian.

“Beberapa hari lalu saya melihat podcast Marco Materazzi, dia bilang sempat berpikir bahwa saya menganggap dia seperti ‘membawa sial’ bagi saya. Jujur, saya merasa tidak enak mendengarnya,” kata Nesta.

Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada rasa iri atau prasangka buruk terhadap Materazzi.

Menurutnya, cedera yang ia alami adalah bagian dari risiko dalam sepak bola, bukan kesalahan siapa pun.

“Marco adalah teman saya. Saya cedera, itu bukan salah dia atau siapa pun. Justru saya mendukungnya. Dan berkat apa yang dia lakukan—penampilan luar biasa di Piala Dunia—kami berhasil menjadi juara,” lanjutnya.

0 Komentar