Demo Tolak Kenaikan BBM di Tasikmalaya Sempat Memanas, DPRD Janji Kirim Delapan Tuntutan ke DPR RI

demo tolak kenaikan BBM di Kota Tasikmalaya
Aksi Cipayung Plus Tasikmalaya dan Poros Pelajar tolak BBM di depan Fuel Terminal Tasikmalaya dan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (12/6/2026) sore. Thaariq Falih-Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Gelombang penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menggema di Kota Tasikmalaya, Jumat (12/6/2026).

Gabungan elemen mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Tasikmalaya bersama Poros Pelajar turun ke jalan membawa delapan tuntutan yang mereka nilai mewakili keresahan masyarakat di tengah tekanan ekonomi nasional.

Aksi dimulai seusai Salat Jumat. Massa berkumpul di GOR Sukapura sebelum bergerak menuju Fuel Terminal Tasikmalaya di Jalan Garuda.

Baca Juga:Keamanan Jadi Modal Cari Nafkah, Kapolres Tasikmalaya Kota Rangkul Ojol hingga Sopir Lewat Baksos BhayangkaraMusala dan Gudang di Mangkubumi Tasikmalaya Ludes Terbakar, Api Datang Saat Listrik Padam

Situasi sempat memanas ketika peserta aksi berusaha memasuki area terminal hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan.

Ketegangan mereda setelah perwakilan manajemen Fuel Terminal bersedia menemui massa dan menerima aspirasi yang disampaikan.

Usai dari Fuel Terminal, massa melanjutkan long march menuju Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Setibanya di lokasi selepas Salat Ashar, aksi serupa kembali terjadi ketika demonstran mencoba masuk ke area gedung dewan sehingga terjadi dorong-dorongan dengan aparat keamanan.

Tak lama berselang, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim, Wakil Ketua DPRD H Wahid dan Hilman Wiranata, bersama sejumlah anggota DPRD seperti Asep Endang, Enan Suherlan dan lain sebagainya menemui massa untuk mendengarkan tuntutan mereka.

Koordinator Lapangan Aksi, Encep Gunawan Ridwan, mengatakan demonstrasi merupakan bentuk evaluasi terhadap berbagai kebijakan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi masyarakat di daerah.

Menurutnya, aliansi yang terdiri dari HMI, PMII, KAMMI, IMM, Hima Persis, Tasikraya, Sapma Pemuda Pancasila dan lain sebagainya ini menilai kenaikan BBM, penguatan dolar Amerika Serikat, serta sejumlah program nasional belum menjawab kebutuhan masyarakat Tasikmalaya.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Panglayungan Diduga Akibat Korsleting Listrik, Letupan dari Atap Bikin Warga PanikTarget Retribusi Parkir di Kota Tasikmalaya Baru Tercapai 20 Persen

“Kami datang untuk menyampaikan evaluasi besar-besaran agar kebijakan daerah bisa diteruskan menjadi masukan bagi pemerintah pusat. Kami ingin kebijakan nasional lebih berpihak kepada kondisi riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, delapan tuntutan yang dibawa mahasiswa tidak berhenti pada aksi unjuk rasa.

Aliansi mahasiswa akan terus mengawal komitmen DPRD hingga aspirasi tersebut benar-benar disampaikan kepada DPR RI.

“Kami akan terus mengawal hasil pernyataan sikap DPRD agar sampai ke DPR RI dan menjadi bahan perubahan kebijakan nasional,” tegas Encep.

0 Komentar