TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebuah rumah di Kampung Rancabango RT 01 RW 15, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, dilalap api pada Jumat (12/6) sekitar pukul 12.15 WIB.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari bagian atap rumah.
Peristiwa tersebut menghanguskan kamar kecil di lantai dua beserta sebagian besar atap bangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Baca Juga:Target Retribusi Parkir di Kota Tasikmalaya Baru Tercapai 20 PersenTPS Liar Terus Bermunculan di Kota Tasikmalaya, Spanduk Larangan Seolah Hanya Jadi Hiasan Jalan
Pemilik rumah, Rinrin (40), mengatakan saat kejadian dirinya bersama ibu kandungnya, Tati (63), serta kerabat lainnya sedang berada di teras rumah.
Pada waktu bersamaan, sebagian besar warga sekitar tengah menunaikan salat Jumat.
“Tadi lagi duduk di luar semua. Tiba-tiba terdengar ledakan atau letupan dari atas, terus langsung keluar api. Langsung semua panik,” ujar Rinrin.
Suara letupan dari atap sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Api dengan cepat membesar sehingga warga berupaya melakukan penanganan awal sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tim Pemadam Kebakaran BPBD menerjunkan dua unit mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Setelah berjibaku, petugas berhasil mengendalikan api.
Sementara itu, aparat kepolisian juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan penyebab pasti kebakaran.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di bagian atap rumah. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Baca Juga:Tasik Resik Jangan Berhenti di Seremoni, 27 SKPD Dikerahkan Bersihkan Jalan Mangkubumi-IndihiangIPAL TPA Ciangir Belum Beroperasi, Viman Kejar Suplai Listrik dan Ancam Oknum Nakal
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa instalasi listrik yang tampak “baik-baik saja” belum tentu benar-benar aman.
Sebab, kabel yang luput dari pemeriksaan bisa sewaktu-waktu berubah menjadi pemantik bencana. (rezza rizaldi)
